Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 23 Juli 2026
Oknum Ustad Lakukan Pelecehan Seksual pada Santriwati
BERITABALI.COM, NTB.
Seorang ustaz asal Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, NTB diduga melakukan pelecehan seksual kepada santrinya yang masih duduk di bangku kelas II Madrasah Tsanawiyah (SMP).
Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suriyono melalui Kapolsek Suela, Iptu Rahmadi, membenarkan pihaknya telah terima laporan kasus tersebut.
"Laporan sudah kita terima, dan kasus ini tengah dilakukan mediasi di kantor desa,” kata Iptu Rahmadi, Sabtu (12/2).
Laporan yang diterima polisi, aksi tercela oknum ustad ini, dilakukan berkali kali sejak Desember 2021 sampai Januari 2022. Aksi pelecehan ini terjadi bermula santrinya membawa telepon seluler (HP) di sekolahnya. Oknum ustaz sempat menasehati korban agar tidak membawa HP lagi ke sekolah.
Akan tetapi sambil menasehati, sang ustaz justru memanfaatkan situasi memeluk korban. Bulan Januari 2022, korban ditemukan kembali melakukan pelanggaran yaitu merokok di ruangan kelas. Korban dihukum tidak boleh tidur di kamar atau asrama.
Pelaku juga menghukum korban tidur di ruangan guru. Sekitar pukul 03.00 WITA, pelaku membangunkan seluruh siswa termasuk korban untuk melaksanakan Shalat Tahajud. Tetapi ketika korban akan ke luar dari ruangan guru untuk mengambil air wudhu, korban tidak diperbolehkan oleh sang Ustad.
Ia justru disuruh mengambil air wudhu di kamar mandi ruangan guru. Sang ustad saat membangunkan santrinya, ia dalam kondisi bertelanjang dada hanya menggunakan kain sarung saja. Sambil menasehati korban di ruang guru tersebut, agar korban tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Tetapi, saat korban akan masuk ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi untuk mengambil air wudhu, tiba-tiba pelaku menahan dan memeluk korban dari belakang. Korban yang saat itu masih menjalani hukuman, hal serupa kembali dilakukan sang ustaz keesokan malamnya.
Kali ini aksi sang ustaz makin brutal, ia memegang dan meremas payudara milik korban. Pelaku justru bertanya kepada korban masa remajanya. Pelaku juga meminta korban untuk tidak menceritakan apa yang telah dilakukan tersebut.
Lantaran korban mengancam akan dilaporkan ke orang tuanya. Keesokan harinya setelah kejadian tersebut, korban pulang ke rumahnya dan melaporkan perbuatan ustad tersebut. Orang tua korban yang mendengar cerita anaknya, kaget dan murka serta langsung melapor ke polisi.
Kini, kasus ini kedua belah pihak telah dilakukan mediasi oleh pihak kepala desa untuk mencari solusi penyelesaian terkait persoalan tersebut.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3790 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1459 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1451 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1397 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1303 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun