Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Proses Pemasangan IUD dan Dampaknya Pada Tubuh Perempuan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
IUD merupakan salah satu alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Hanya saja, banyak wanita belum paham mengenai prosedur pemasangan IUD.
Seorang bidan pun menunjukkan proses pemasangan IUD melalui unggahan TikTok. Ia menunjukkan hal-hal yang terjadi selama pemasangan IUD.
Dalam satu gerakan cepat, ia memasukkan IUD itu ke dalam rahim seorang wanita menggunakan sebuah tabung kecil. Kemudian ia mendorong IUD itu keluar dari bagian atas tabung sambil menariknya ke bawah.
Saat IUD keluar, palang di bagian atas terbuka sehingga membentuk huruf T. Bidan melepaskan selang, meninggalkan tali yang menempel pada kumparan untuk dilepas.
Bidan itu pun menjelaskan bila pemasangan IUD sudah benar, maka alat kontrasepsi ini 99 persen efektif mencegah kehamilan.
Ia juga menegaskan bahwa IUD ini hanya bisa dilepas oleh seorang profesional. Setelah pelepasan IUD ini, seseorang memiliki peluang besar untuk hamil.
IUD ini mirip dengan kumparan, tapi bedanya adalah IUD melepaskan tembaga ke dalam rahim dan melepaskan hormon progesteron.
"Tembaga IUD ini mengubah lendir serviks agar membuat sperma lebih sulit mencapai sel telur dan bertahan hidup. Tembaga ini pula bisa menghentikan sel telur yang bisa dibuahi menanamkan dirinya sendiri," jelas bidan tersebut dikutip dari The Sun.
Jika Anda memasang IUD usia 40 tahun atau lebih, IUD ini bisa dibiarkan sampai Anda mencapai menopause atau kondisi di mana Anda tidak bisa hamil lagi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3209 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 694 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 660 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman