Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Bulan Depan, Austria dan Jerman Longgarkan Aturan Pembatasan Sosial
BERITABALI.COM, DUNIA.
Austria dan Jerman sama-sama mengumumkan rencana untuk melonggarkan aturan pembatasan sosial setelah meminta semua warganya melakukan vaksinasi Covid-19.
Meskipun masih banyak yang belum vaksinasi dan pasti akan dikenakan pembatasan khusus, Jerman telah menjanjikan warganya untuk melonggarkan aturan pembatasan ini pada 20 Maret 2022.
Sementara itu, Austria juga berniat melonggarkan aturan pembatasan sosial di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang mulai membaik pada 5 Maret 2022 nanti.
Saat ini, varian Omicron di kedua wilayah itu tidak menyebabkan lonjakan yang cukup tinggi. Tapi, kanselir Jerman berniat membuat vaksinasi itu wajib.
"Pandemi belum berakhir," kata Olaf Scholz setelah pertemuan puncak dengan 16 negara bagian Jerman, dikutip dari BBC.
Austria pun akan mengeluarkan undang-undang mengenai hal tersebut pada awal diputuskannya. Pihaknya mewajibkan vaksinasi Covid-19 terhadap warganya.
Para pemimpin Jerman menyetujui rencana dengan tiga langkah, yakni peningkatan jumlah orang yang divaksinasi dan pulih yang diizinkan untuk mengadakan pertemuan dalam ruangan pribadi, serta pemeriksaan di toko-toko.
Kemudian, mulai 20 Maret 2022, sebagian besar pembatasan lainnya akan dihapus. Aturan menghadiri acara-acara besar di outdoor juga akan meningkat dari 10 ribu menjadi 25 ribu.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 346 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 295 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 223 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun