Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 18 September 2026
Ayah Atta Halilintar Minta Aurel Punya Banyak Anak, Berbahayakah?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ayah Atta Halilintar, Halilintar Anofial Asmid berpesan pada anak dan menantunya Aurel Hermansyah untuk tidak menjalani persalinan secara caesar pada kelahiran cucu pertamanya.
Pesan ini ia utarakan dengan tujuan, agar Atta Halilintar kelak punya kesempatan memiliki banyak anak.
"Biar lahirnya normal. Jangan sampai operasi. Jangan sampai caesar. Kalau caesar Atta nggak bisa punya anak banyak," ujar Halilintar Anofial Asmid saat melakukan video call bersama anak dan menantunya beberapa waktu lalu.
Lalu yang jadi pertanyaan amankah perempuan memiliki banyak anak, dan adakah dampak pada kesehatan ibu?
Dijelaskan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RS Pondok Indah Puri Indah dan Bintaro Jaya, dr. Andry, Sp.OG bahwa kehamilan adalah proses fisiologis, dan tidak akan berdampak pada kesehatan ibu yang melahirkan.
"Jika seorang perempuan secara fisik, kesehatan organ reproduksi, kesehatan mental, finansial dalam kondisi optimal, dan perempuan tersebut berkehendak untuk memiliki keturunan yang banyak, misalnya lebih dari 3, silahkan," ujar dr. Andry saat dihubungi suara.com, Kamis (17/2/2022).
Tapi dr. Andry memperingatkan kehamilan tersebut bisa disebut aman ketika drencanakan dengan baik. Selain itu juga dilakukan pemantauan secara berkala oleh dokter kebidanan dan kandungan, sehingga kesehatan ibu hamil bisa terjaga.
"Tidak ada penyulit pada masa kehamilan seperti anemia, tekanan darah tinggi, diabetes, status nutrisi ibu baik, dan lainnya. Maka kehamilan sejatinya adalah proses fisiologis yang tidak berdampak pada kesehatan," tutur dr. Andry.
Alasan dr. Andry menekankan kehamilan harus direncanakan, karena dikhawatirkan ditemukan faktor yang mempersulit proses melahirkan atau perkembangan seperti abortus janin. Abortus janin adalah janin yang dikeluarkan dengan berat kurang dari 500 gram, atau memiliki usia kehamilan kurang dari 20 minggu pada waktu dikeluarkan dari rahim, sehingga tidak memiliki angka harapan untuk hidup.
"Bahkan sampai terjadi abortus janin, maka kehamilan berikutnya harus dipantau secara ketat dan direncanakan dengan baik," jelas dr. Andry.
Di sisi lain, Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Rumah Sakit Abdul Radjak Salemba, dr. Hakim Sorimuda Pohan, Sp.OG mengatakan jarak paling aman antara satu persalinan ke persalinan berikutnya yaitu 3 hingga 4 tahun sekali melahirkan.
Selain itu, ada juga panduan usia ideal perempuan melahirkan anak berdasarkan kesehatan tubuhnya.
"Persalinan di atas usia 40 tahun, itu sangat tinggi risiko. Jangan lagi hamil kecuali belum punya anak, kalau usia ibu di atas 40 tahun, yang paling baik antara 25 sampai 35 tahun. Di bawah 20 tahun, si ibu sendiri pertumbuhannya belum komplit jangan dulu punya keturunan," timpal dr. Hakim.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5560 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3486 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2343 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan