Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tempe di Jembrana Kelimpungan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pengrajin Tahu dan Tempe Budi Arsono (60) di Lingkungan Ketapang Lelateng Kangin, Kecamatan Negara, Jembrana tetap bertahan selama 30 tahun produksi tahu dan tempe dengan bahan dasar kedelai.
Meski saat ini harga bahan baku kedelai mencapai 11.500 rupiah, bahkan bisa mencapai 12.500 rupiah. Dan itu pun kedelai impor.
Budi menjelaskan, sehari bisa produksi tahu dan tempe 50 kg dipasarkan ke warung desa-desa dan sebagian lagi ke Pasar Jembrana. Semua dikerjakan bersama keluarga atau skala home industry. Kendala saat ini, ia mengaku pada harga bahan dasar kedelai yang kian hari kian melonjak.
Dikatakan kedelai lokal hanya bertahan 1-2 bulan saja, selebihnya tidak ada lagi dan kini kedelai lokal sedikit langka.
"Dalam jumlah 50 kg kedelai maka bisa menghasilkan 100 ribu berupa tahu dan tempe mendapatkan 600 papan kecil. Ini dikerjakan atau produksi dari jam 07.00 WITA sampai jam 15.00 WITA dikerjakan hanya bersama istri dan mantu setiap harinya.
Pengolahan ini masih secara tradisional. Selain kedelai juga butuh kayu bakar yang dibeli dari bahan bekas pengusaha kayu," katanya.
Budi juga menambahkan, hasil limbah ampas juga dijual untuk pakan ternak babi dan ayam ini sudah ada yang mengambil dengan harga 5 ribu sekitar 2,5 kg sehingga tak menyisakan kotoran dari hasil produksi tahu dan tempe.
"Harapannya pemerintah memperhatikan harga dasar kedelai baik impor dan lokal, hingga tidak membuat susah para pengusaha tahu dan tempe terutama yang ada di daerah. Karena tahu dan tempe adalah banyak yang dicari konsumen hampir setiap hari," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan