Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Efek Pandemi, Banyak Orang Cari Gadget Untuk Aktivitas Online
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Riset Google menyatakan, orang Indonesia banyak mencari perangkat baru seperti laptop dan tablet untuk aktivitas kerja dan sekolah dari rumah.
"Di tahun 2021, perpindahan masyarakat Indonesia ke digital terus berlanjut. Semakin banyak orang-orang beralih ke online untuk mengakses layanan yang tidak tersedia selama PPKM," kata Head of Ads Marketing Google Indonesia, Yolanda Sastra, dalam konferensi pers virtual, Selasa (22/2/2022).
Riset ini tertuang dalam laporan tahunan Google bertajuk Year in Search 2021: Look back to move your marketing forward. Laporan ini berisi perilaku masyarakat Indonesia yang dicatat dari data Google Trends dari September 2020 hingga Agustus 2021.
Google menyebutkan, penelusuran dengan kata kunci 'laptop untuk sekolah' meningkat 82 persen, lalu 'tablet kuliah' naik 100 persen, dan 'monitor untuk sekolah' 57 persen.
Kemudian minat penelusuran untuk 'chromebook' juga tumbuh 73 persen karena makin banyak konsumen yang mencari informasi tentang merek dan model tertentu yang mereka sukai.
Tak hanya perangkat, orang Indonesia juga mencari aksesori tambahan untuk melengkapi kebutuhan online mereka.
Google mencatat penelusuran kata kunci 'standing desk' meningkat 175 persen, 'laptop stand' 44 persen, serta 'webcam laptop' 50 persen pada 2021.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 331 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 256 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 213 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun