Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Ini Penyebab dan Bahaya Malnutrisi Pada Pasien Kanker
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Saat menjalani pengobatan, pasien kanker membutuhkan nutrisi ekstra besar, agar tubuh tidak alami malnutrisi dan mampu menahan berbagai efek samping pengobatan kanker.
Dikatakan General Manager PT. Kalbe Tbk, dr. Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi bahwa kesiapan nutrisi adalah salah satu kunci suksesnya terapi pengobatan kanker.
Sehingga apabila pasien kanker alami malnutrisi, salah satunya karena drop mental, maka secara langsung akan menghambat dan menurunkan kinerja terapi pengobatan kanker.
“Kalau kondisi gizi buruk, tubuh pasien tidak dapat menahan efek samping yang terjadi. Kedua, malnutrisi meningkatkan komplikasi lain, misalnya infeksi, yang berisiko menurunkan kualitas hidup pasien atau lama rawat menjadi lebih panjang dan biaya perawatan lebih mahal,” ujar dr. Dedy dalam acara World Cancer Day 2022 oleh PT. Kalbe Farma Tbk, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, ada berbagai penyebab pasien kanker alami malnutrisi, salah satunya berdasarkan jenis kanker yang diidapnya.
Contohnya pasien kanker nasofaring dan kanker saluran cerna memiliki risiko tinggi mengalami malnutrisi. Ditambah semakin tinggi stadium kanker, maka risiko malnutrisinya juga semakin besar.
Dampak dari sitokin juga berpengaruh terhadap malnutrisi. Ini karena sitokin umumnya menyebabkan tubuh pasien kanker butuh makan lebih banyak, tapi disisi lain turut menghambat nafsu makan.
Kemudian, faktor kemoterapi dan radioterapi. Terapi tersebut dapat menimbulkan gejala samping seperti mual, muntah, dan sariawan.
Gangguan psikologis juga membuat pasien takut untuk mengonsumsi makanan. Padahal, pasien kanker membutuhkan banyak asupan kalori dan protein.
“Pilihlah jenis makanan yang memiliki densitas energi (kalori) yang besar. Artinya, makan sedikit tapi bobot kalori dan proteinnya besar. Sehingga pasien tidak terbebani saat makan. Jadi sebagai keluarga, kita harus memilih makanan yang kecil tapi mengandung kalori dan protein tinggi itu apa saja,” tutup dr. Dedy.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 543 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 397 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 396 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan