Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Sejarah Permainan Petak Umpet, Permainan Asik Anak-anak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pernahkah kamu bermain petak umpet saat masih kecil bersama teman-temanmu? Permainan ini tentu sudah sangat populer di Indonesia, di mana salah satu pemain mulai berhitung, dan pemain lainnya mulai bersembunyi di tempat.
Saat pemain yang menjadi ‘pencari’ mulai membuka mata, mereka akan mencari pemain lain yang sedang bersembunyi. Lalu, darimanakah asal petak umpet tersebut?
Dalam sejarahnya yang dikutip dari Britannica, ternyata permainan ini telah dimainkan di seluruh dunia. Di Spanyol misalnya, permainan ini disebut el escondite. Sementara di Prancis disebut jeu de cache-cache.
Tak hanya dari dua negara itu, di Korea Selatan juga dikenal sebagai sumbaggoggil, dan di negara Rumania di sebut de-av-ati ascunselea.
Ciri-Ciri Permainan Petak Umpet
Permainan ini dimulai dengan teknik Hompimpa alaium gambreng, di mana teknik ini menentukan siapa yang jadi pencari. Dikenal sebagai pemeran kucing, pencari akan mulai memejamkan mata atau berbalik, dan berhitung mulai dari angka satu sampai sepuluh.
Biasanya, pencari yang mulai berhitung mundur akan menghadap ke tembok maupun batang pohon, supaya tidak melihat teman-temannya yang bergerak dan mencari tempat sembunyi.
Ada beberapa sebutan bila si kucing sudah menemukan temannya bersembunyi. Saat menyebut nama temannya, si kucing akan menyentuh sambil berkata INGLO, BON, atau HONG.
Namun, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si kucing dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal lagi.
Selain itu, ada istilah dalam permainan ini, yaitu kata ‘kebakaran’. Kata itu dimaksudkan apabila ada orang lain yang memberitahu tempat persembunyian kepada si kucing.
Permainan ini bisa melatih anak beradu kecerdasan, kecermatan, dan kejelian. Tentunya, mereka dilatih untuk berpikir dan mencari tempat untuk bersembunyi, serta bagaimana cara bersembunyi agar terhindar dari orang yang mencarinya.
Di sisi lain, permainan ini akan menjadikan anak menjadi kuat secara fisik, serta meningkatkan kejujuran, kreativitas, dan juga sportif. (sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 323 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 252 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 211 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun