Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 18 September 2026
Sejarah Permainan Petak Umpet, Permainan Asik Anak-anak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pernahkah kamu bermain petak umpet saat masih kecil bersama teman-temanmu? Permainan ini tentu sudah sangat populer di Indonesia, di mana salah satu pemain mulai berhitung, dan pemain lainnya mulai bersembunyi di tempat.
Saat pemain yang menjadi ‘pencari’ mulai membuka mata, mereka akan mencari pemain lain yang sedang bersembunyi. Lalu, darimanakah asal petak umpet tersebut?
Dalam sejarahnya yang dikutip dari Britannica, ternyata permainan ini telah dimainkan di seluruh dunia. Di Spanyol misalnya, permainan ini disebut el escondite. Sementara di Prancis disebut jeu de cache-cache.
Tak hanya dari dua negara itu, di Korea Selatan juga dikenal sebagai sumbaggoggil, dan di negara Rumania di sebut de-av-ati ascunselea.
Ciri-Ciri Permainan Petak Umpet
Permainan ini dimulai dengan teknik Hompimpa alaium gambreng, di mana teknik ini menentukan siapa yang jadi pencari. Dikenal sebagai pemeran kucing, pencari akan mulai memejamkan mata atau berbalik, dan berhitung mulai dari angka satu sampai sepuluh.
Biasanya, pencari yang mulai berhitung mundur akan menghadap ke tembok maupun batang pohon, supaya tidak melihat teman-temannya yang bergerak dan mencari tempat sembunyi.
Ada beberapa sebutan bila si kucing sudah menemukan temannya bersembunyi. Saat menyebut nama temannya, si kucing akan menyentuh sambil berkata INGLO, BON, atau HONG.
Namun, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si kucing dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal lagi.
Selain itu, ada istilah dalam permainan ini, yaitu kata ‘kebakaran’. Kata itu dimaksudkan apabila ada orang lain yang memberitahu tempat persembunyian kepada si kucing.
Permainan ini bisa melatih anak beradu kecerdasan, kecermatan, dan kejelian. Tentunya, mereka dilatih untuk berpikir dan mencari tempat untuk bersembunyi, serta bagaimana cara bersembunyi agar terhindar dari orang yang mencarinya.
Di sisi lain, permainan ini akan menjadikan anak menjadi kuat secara fisik, serta meningkatkan kejujuran, kreativitas, dan juga sportif. (sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5560 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3486 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2343 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan