Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




3 Kandungan di Dalam Telur Yang Dapat Memicu Jerawat

Rabu, 23 Februari 2022, 10:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/3 Kandungan di Dalam Telur Yang Dapat Memicu Jerawat

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Jerawat merupakan permasalahan kulit umum yang memengaruhi hampir 10 persen dari populasi di dunia. Ada banyak faktor penyebab jerawat, salah satunya makanan seperti telur.

Telur merupakan sumber protein dan nutrisi lain yang bagus untuk kesehatan, dengan rendah kalori. Namun, telur juga mengandung 'bahan' yang dapat menyebabkan jerawat.

Menurut laman Clear Stem Skincare, berikut kandungan telur yang dapat memicu munculnya jerawat:

1. Albumin

Albumin merupakan protein pada putih telur, yang sangat sulit dicerna. Protein yang tidak dapat dipecah dengan benar akan menyumbat sistem limfatik.

Tanda-tandanya adalah peradangan di bagian tengah wajah, mulai di dekat area lubang hidung, lalu ke pipi hingga dagu. Itu adalah jalur limfatik uatama di wajah.

Jika telur dimakan setiap hari, pola peradangan dapat menyebar ke bagian bawah leher (dekat kelenjar getah bening) atau area limfatik lainnya, yakni di pelipis.

2. Progesteron, hormon pemicu jerawat

Sebutir telur penuh dengan progesteron yang merupakan salah satu hormon pemicu jerawat bagi banyak orang. Tubuh secara alami memproduksi progesteron, jadi mengonsumsi hormon ekstra secara teratur dapat mengganggunya.

Jadi, tingkat progesteron yang begitu tinggi bisa menjadi masalah bagi sebagian besar penderita jerawat.

3. Biotin

Telur diduga berkontribusi terhadap jerawat karena mengandung biotin. Satu butir telur telah memenuhi 20 persen hingga 30 persen biotin dari tunjangan asupan yang direkomendasikan.

Tapi sebenarnya kadar tersebut belum cukup untuk berdampak pada jerawat. Suplemen biotin memiliki kadar yang lebih tinggi, bahkan hingga 20.000 persen dari rekomendasi asupan. Jumlah yang tinggi ini akan merangsang protein keratin secara berlebihan.

Produksi keratin berlebih merupakan salah satu penyebab jerawat. Jadi, mengonsumsi makanan yang mengandung biotin ketika sudah mendapat asupan biotin dalam kadar tinggi justru akan menambah masalah.

Tetapi, setiap orang memiliki tingkat serta jenis peradangan yang berbeda. Jadi, mengenal bagaimana tubuh bereaksi terhadap asupan apa pun adalah kunci mencegah timbulnya peradangan, yang dalam hal ini adalah jerawat.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami