Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Twitter Tangguhkan Akun-akun yang Bagikan Konflik Rusia-Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sejumlah akun Twitter yang membagikan informasi terkait konflik Rusia-Ukraina dilaporkan kena suspend atau penangguhan. Seperti diketahui, pasukan Rusia mulai bergerak ke wilayah Ukraina.
Banyak akun yang membagikan foto atau video invasi tersebut dari wilayah Donbas timur dan Luhansk (Ukraina) ke media sosial. Saat konflik memanas, banyak peneliti yang membagikan informasi ini, atau yang dikenal open-source intelligence (OSINT) lewat Twitter.
Beberapa dari mereka melaporkan kalau akunnya mendadak ditangguhkan. Seperti akun peneliti OSINT Kyle Glence, akunnya ditangguhkan 12 jam.
Kemudian akun analis keamanan Oliver Alexander juga mengklaim kalau akunnya dikunci selama dua kali dalam 24 jam.
Beberapa akun OSINT luar negeri seperti Neurone Intelligence yang membuat tweet dalam bahasa Prancis, Mudo en Conflicto yang berbahasa Spanyol, dan Notícias e Guerras yang berbahasa Brazil juga terpengaruh.
Analis di OSINT Bellingcat, Nick Waters kemudian membuat utas terkait daftar akun Twitter yang di-suspend. Dalam screenshot yang diunggah, ia mengatakan kalau penangguhan akun itu dilakukan lantaran melanggar aturan Twitter.
Analis kemudian khawatir bahwa penangguhan akun Twitter ini menjadi bagian dari kampanye report massal untuk menonaktifkan akun OSINT selama invasi Rusia.
Juru bicara Twitter, Elizabeth Busby membantah tuduhan itu. Penangguhan akun disebut lantaran adanya kesalahan dan bukan bagian dari kampanye yang dituduhkan ke Twitter.
"Kami secara proaktif memantau narasi yang muncul terkait pelanggaran kebijakan kami, dan dalam hal ini, kami mengambil tindakan penegakan hukum pada sejumlah akun karena kesalahan,” kata Busby, dikutip dari The Verge, Kamis (24/2/2022).
“Kami segera meninjau tindakan ini dan telah secara proaktif memulihkan akses ke sejumlah akun yang terpengaruh. Klaim bahwa kesalahan itu adalah kampanye bot terkoordinasi atau hasil pelaporan massal tidak benar," jelasnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 281 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 197 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 182 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun