Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Mafia Tanah di Bali dalam Kondisi Kritis, Libatkan Orang Berkuasa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Advokat dan mediator yang juga aktivis perempuan dan anak di Bali, Siti Sapura, SH mengatakan mafia tanah di Bali dalam kondisi kritis.
Mafia tanah menurutnya, tidak hanya terjadi di Bali saja namun di seluruh Indonesia. Perempuan yang juga akrab disapa Daeng Ipung ini menilai terlalu kental sekali keterlibatan orang-orang memiliki kekuasaan.
Bahkan, kata dia bisa mengancam untuk membatalkan sertifikat dan mebatalkan agar tidak terjadi eksekusi. Imbasnya, lanjutnya, adalah masyarakat kecil mencari keadilan hukum, namun tidak berdaya karena intervensi orang yang memiliki kuasa.
"Intinya mafia tanah ini adalah, orang kuat yang berada di luar lingkup lembaga dan orang lembaga juga haus dengan masalah uang. Rakyat kecil yang tidak berani bicara akan tenggelam tentunya," jelasnya, Kamis (24/2) di Denpasar.
Selain itu juga, kata dia, dengan lahirnya UU Omnibus Law di klaster agraria ada titipan penguasa atau mafia tanah itu yang akan menjadi hantaman berat bagi rakyat kecil karena UU telah mengatur dan rakyat tidak bisa bicara tentang tanahnya walaupun sudah menjadi hak milik.
"Karena ada UU yang dibuat oleh Negeri kita untuk melegalkan itu akan sulit salah satunya Omnibus law dibatalkan," tutup Sapura.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 281 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 197 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 182 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun