Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Mafia Tanah di Bali dalam Kondisi Kritis, Libatkan Orang Berkuasa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Advokat dan mediator yang juga aktivis perempuan dan anak di Bali, Siti Sapura, SH mengatakan mafia tanah di Bali dalam kondisi kritis.
Mafia tanah menurutnya, tidak hanya terjadi di Bali saja namun di seluruh Indonesia. Perempuan yang juga akrab disapa Daeng Ipung ini menilai terlalu kental sekali keterlibatan orang-orang memiliki kekuasaan.
Bahkan, kata dia bisa mengancam untuk membatalkan sertifikat dan mebatalkan agar tidak terjadi eksekusi. Imbasnya, lanjutnya, adalah masyarakat kecil mencari keadilan hukum, namun tidak berdaya karena intervensi orang yang memiliki kuasa.
"Intinya mafia tanah ini adalah, orang kuat yang berada di luar lingkup lembaga dan orang lembaga juga haus dengan masalah uang. Rakyat kecil yang tidak berani bicara akan tenggelam tentunya," jelasnya, Kamis (24/2) di Denpasar.
Selain itu juga, kata dia, dengan lahirnya UU Omnibus Law di klaster agraria ada titipan penguasa atau mafia tanah itu yang akan menjadi hantaman berat bagi rakyat kecil karena UU telah mengatur dan rakyat tidak bisa bicara tentang tanahnya walaupun sudah menjadi hak milik.
"Karena ada UU yang dibuat oleh Negeri kita untuk melegalkan itu akan sulit salah satunya Omnibus law dibatalkan," tutup Sapura.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 548 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 405 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 402 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan