Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Risiko Rendah, Investasi Bisnis Fitnes di Bali Berpotensi Besar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perusahaan yang bergerak dalam bidah olah raga kesehatan Fitnes Plus Bali menambah cabang di Pulau Dewata seiring tingginya animo masyarakat untuk melakukan fitnes saat pandemi Covid-19 ini,
Rencananya, akan ada tambahan tiga cabang dengan konsep mega-gym. Bahkan, dalam penambahan cabang itu, Fitnes Plus Bali mengandeng Landx.id agar bisa membuka peluang bagi kaum milenial untuk berinvestasi.
Komisaris PT Fitness Plus Usaha Bersama, Dr Harryadin Mahardika menerangkan, Fitness Plus Bali merupakan sebuah sentra fitness dengan konsep mega-gym pertama di Pulau Dewata. Saat ini telah mempunyai 6 cabang yang tersebar di seluruh Bali. Karena tingginya animo masyarakat, maka direncanakan akan menambah tiga cabang lagi.
“Menjaga kesehatan seakan makin disadari masyarakat, pandemi yang terjadi secara global semakin memicu tumbuhnya kesadaran mereka dalam menjaga kesehatan. Kemudian, dengan pertimbangan efektifitas dan efisiensi, sebagian masyarakat lebih memilih untuk melakukan aktivitas olahraga casual seperti fitness,” ungkapnya, Sabtu (26/2).
Diakuinya, enam cabang fitness club yang sudah ada saat ini tersebar dari wilayah Canggu, Jalan Marlboro, Jalan Satria, Jalan Gatsu Barat, Jalan Batubulan, serta di wilayah Jimbaran. Rencananya, dalam waktu dekat akan dibuka lagi di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Masih menurut dia, Fitness Plus Bali memiliki berbagai program latihan dengan konsep dan inovasi fitness ter-update. Dengan harga relatif lebih terjangkau, Fitness Plus tetap mampu memberikan pelayanan terbaik melalui berbagai fasilitas dan peralatan fitness berstandar internasional.
“Selain itu, didukung juga oleh para instruktur berkualitas tinggi, yang akan membantu masyarakat untuk mendapatkan hasil latihan yang maksimal, baik melalui latihan personal maupun grup,” urai Mahardika.
Hal senada juga disampaikan Direktur Fitness Plus Bali, Dith Satyawan, berolahraga atau melakukan aktivitas fisik seperti fitness selain memperkuat daya tahan dan imun tubuh juga dapat menghindarkan seseorang dari penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi, penyakit yang kemungkinan besar dapat terjadi pada masa pandemi Covid-19 karena kurangnya aktivitas fisik masyarakat yang cenderung menghabiskan waktu di rumah.
“Tentu dengan aktivitas seperti fitnes ini bisa memberikan kebugaran pada tubuh,” ungkap Dith Satyawan yang merupakan seorang Atlet Nasional, Gym Creator, Mega Gym Mastermind dan juara binaraga Multi Time ini.
Sebaliknya, Antony Kumala Wijaya, Chief Appraisal Landx.id mengaku jika keterlibatan pihaknya karena melihat potensi besar yang dimiliki oleh Fitness Plus. Di mana, dengan tarif yang relatif lebih terjangkau, Fitness Plus mampu bertahan dan mendapatkan profit di masa pandemi tanpa mengurangi mutu pelayanan serta berbagai fasilitas dan peralatan fitness berstandar internasional.
Melihat hal itu, dia juga mengajak anak muda dari kalangan milenial untuk sadar memulai berinvestasi dan memiliki penghasilan pasif, karena menurutnya,
“Di era pandemi ini saat waktu luang bertambah dan teknologi informasi sudah makin maju, kaum milenial dapat memanfaatkan waktunya untuk memulai sadar berinvestasi sejak dini dengan memiliki saham sebuah perusahaan dan mendapatkan keuntungan dari bisnis yang berisiko rendah,” ajaknya seraya mengakui berinvestasi mulai Rp1 juta untuk memiliki saham Fitness Plus.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 235 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 158 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 147 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun