Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Politisi Irlandia Kritik Barat Soal Sanksi Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang politisi Irlandia Richard Boyd Barret menyoroti standar ganda negara-negara Barat terhadap kejahatan kemanusiaan. Richard juga menyinggung persoalan invasi Rusia atas Ukraina dan membandingkannya dengan kejahatan yang dilakukan Israel terhadap Palestina selama 70 tahun terakhir.
Melalui akun Twitter resminya, Richard Boyd Barret melontarkan kritiknya. Politisi Irlandia ini juga turut menyematkan video berisi pernyataannya dalam sebuah forum yang menyorot standar ganda negara-negara Barat.
"Orang-orang Palestina diperlakukan sebagai ras yang lebih rendah. Akses makanan dan air ditolak. Namun, tidak ada sanksi terhadap Israel karena rezim apartheidnya. Benar-benar munafik," cuit Richard Boys Barret pada Kamis (3/3/2022).
Berbagai pihak telah mengecam kejahatan dan menjatuhkan sanksi kepada pemerintahan Vladimir Putin bahkan menggunakan bahasa yang keras untuk menjatuhkan sanksi itu.
Namun, Richard turut mempertanyakan bahwa sanksi dengan bahasa yang keras itu juga sudah sepatutnya dijatuhkan kepada Israel karena perlakuannya terhadap Palestina.
"Anda merasa senang menggunakan bahasa pernyataan yang paling kuat untuk mendeskripsikan kejahatan tidak manusiawi oleh Vladimir Putin, tetapi Anda tidak menggunakan kekuatan yang sama untuk mendeskripsikan perlakuan Israel terhadap Palestina," kata Richard dalam videonya.
Richard lalu menyebut deretan kejahatan tidak manusiawi yang telah dilakukan Israel terhadap masyarakat Palestina.
"Serangan tiada henti terhadap Gaza, pencaplokan tanah dan wilayah, penerapan apartheid yang sistematis. Anda bahkan tak mau menggunakan kata "apartheid". Tidak pernah memikirkan sanksi," kritik Richard tegas.
Politisi asal Irlandia ini mengkritik saat negara-negara Barat bisa menjatuhkan sanksi 5 hari setelah serangan Putin terhadap Ukraina. Namun, selama 70 tahun Israel menindas Palestina, kata Richard, justru tidak diberi sanksi.
"Sanksi setelah 5 hari serangan Putin atas kejahatannya [kepada Ukraina]. 70 tahun penindasan terhadap Palestina justru tidak diberi sanksi," kata dia.
"Mereka menyerukan adanya sanksi terhadap pemerintah Israel yang melanggengkan sistem apartheid. Cukup dengan sanksi yang sama dengan sanksi yang Anda inisiasi untuk Vladimir Putin [Rusia]. Dan saya merasa, jawabannya jelas. Anda tidak akan melakukan itu," lanjut Richard.
Lebih lanjut, Richard meminta agar Uni Eropa konsisten apabila ingin memiliki standar moral. Hal itu berkaitan dengan sanksi terhadap Rusia yang seharusnya juga diberikan kepada Israel.
"Jika Anda ingin memiliki standar moral, maka harus konsisten. Jika tidak, maka itu bukan standar melainkan hanya olok-olokan saja," ungkap Richard.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3808 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1750 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang