Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Thailand Fasilitasi Pembayaran Kripto untuk Turis Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Thailand kini mencari cara untuk memfasilitasi pembayaran warga Rusia di tengah meluasnya sanksi barat atas invasi militer Moskow ke Ukraina. Hal ini karena Thailand merupakan tujuan populer bagi banyak turis Rusia.
Cryptocurrency adalah salah satu opsi yang sedang dieksplorasi oleh industri pariwisata karena warga Rusia sekarang menghadapi batasan keuangan.
Pembicaraan sedang berlangsung antara Asosiasi Turis Phuket (PTA) dan Bank of Thailand (BOT) untuk menemukan metode pembayaran alternatif, termasuk cryptocurrency, untuk turis Rusia yang mengunjungi negara itu.
Upaya itu dilakukan setelah Visa dan Mastercard menangguhkan dukungan untuk kartu yang dikeluarkan Rusia di luar negeri, menambah tekanan pada Moskow untuk mengakhiri serangan militernya di Ukraina.
Presiden Asosiasi Turis Phuket, Bhummikitti Ruktaengam baru-baru ini membahas kemungkinan mengizinkan turis Rusia menggunakan kripto sebagai tindakan darurat atau opsi cadangan, jika transaksi fiat tidak dapat diproses, menurut laporan harian Nation Thailand.
Pejabat PTA juga menyarankan agar bisnis Thailand mengintegrasikan sistem pembayaran kartu Rusia Mir, yang dikembangkan setelah beberapa bank Rusia ditolak layanannya oleh Visa dan Mastercard setelah aneksasi Krimea pada 2014.
{bbseparator]
Laporan media lain telah mengungkapkan perusahaan dari sektor pariwisata telah menggunakan platform pembayaran China Unionpay, juga penyedia layanan kartu bank, untuk menawarkan kepada orang Rusia di negara itu sebagai metode pembayaran lain untuk menutupi tagihan mereka.
Hingga 4.000 turis dari Federasi Rusia saat ini berada di Phuket, sebuah provinsi dengan lebih dari 30 pulau di lepas pantai selatan Thailand.
"Phuket adalah tujuan wisata populer di pasar Rusia. Antara 300 dan 400 pengunjung Ukraina juga ada di sana sekarang,” kata Bhummikitti, dikutip dari Bitcoin.com, Sabtu (12/3/2022).
Sebanyak 3.000 turis lainnya dari kedua negara sedang berlibur di Koh Samui, Krabi dan Pattaya, menurut Tourism Authority of Thailand (TAT). Mereka terdampak oleh perang yang sedang berlangsung di Ukraina atau tidak dapat kembali ke rumah karena penerbangan yang dibatalkan.
Aeroflot dan S7 Airlines Rusia tidak terbang ke Phuket setelah sejumlah negara menutup wilayah udara mereka untuk pesawat Rusia. (sumber: Liputan6.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3899 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2996 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2058 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2032 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1817 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun