Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 23 Juli 2026
Sentimen Inflasi Amerika Serikat Pengaruhi Harga Kripto
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Harga mayoritas kripto utama terpantau menghijau, di tengah reaksi pasar terhadap komentar ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) yang bersiap menghadapi inflasi tinggi.
Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, hanya Bitcoin dan satu koin digital (token) berjenis stablecoin yakni USD Coin yang melemah tipis pada hari ini. Bitcoin turun tipis 0,18% ke level harga US$ 41.159,74/koin atau setara dengan Rp 590.642.269/koin (asumsi kurs Rp 14.350/US$).
Sedangkan sisanya terpantau menguat. Ethereum menguat 1,18% ke level US$ 2.897,17/koin atau Rp 41/574.390, XRP melompat 4,7% ke US$ 0,8427/koin (Rp 12.093/koin), Terra melesat 3,02% ke US$ 94,26/koin (Rp 1.352.631/koin), dan Cardano melonjak 3,62% ke US$ 0,9118/koin (Rp 13.084/koin).
Bitcoin cenderung bertahan di kisaran level US$ 41.000 dan kripto utama lainnya cenderung menguat setelah ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya siap untuk secara agresif menaikkan suku bunga demi membendung inflasi yang berpotensi masih meninggi.
Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed), Jerome Powell, dalam acara konferensi kebijakan ekonomi tahunan National Association for Business Economics (NABE) di Washington, D.C, mengatakan bahwa ia berjanji untuk mengambil "langkah-langkah yang diperlukan" untuk mengendalikan harga.
Dia juga berujar bahwa kenaikan suku bunga bisa berubah dari kenaikan seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bp) ke kenaikan yang lebih agresif, yaitu setengah basis poin jika perlu.
Pernyataan Powell tersebut diucapkan kurang dari seminggu setelah The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2018.
Kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi kembali melambat dan hal ini dapat menjadi katalis negatif bagi aset spekulatif seperti saham dan kripto.
Di lain sisi, investor juga masih memantau perang Rusia dan Ukraina. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memperingatkan jika diskusi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin kembali gagal, maka akan ada potensi pecah perang dunia ketiga.
Pejabat Ukraina dan Rusia telah bertemu beberapa kali untuk pembicaraan damai, tetapi gagal mencapai kesepakatan damai. Ukraina telah menolak ultimatum untuk menyerahkan kota Mariupol kepada pasukan Rusia.
Kembali ke pasar kripto, sebagian besar cryptocurrency alternatif (altcoin) kembali mengungguli Bitcoin, yang menunjukkan bahwa trader masih cenderung nyaman dengan aset berisiko, meskipun selera risiko mereka cenderung lebih rendah dari pekan lalu. (Sumber: CNBC Indonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3798 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1466 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1454 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1402 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1306 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun