Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Warga Soroti Taman Kecamatan Tegallalang Tidak Terawat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Taman Kecamatan Tegallalang yang baru ditata setahun lalu kini berubah jadi hutan semak. Ironisnya kawasan ini juga menjadi pintu masuk objek wisata ceking yang mendunia.
Kawasan ini terlihat sangat kumuh, karena kondisi taman yang sebelumnya mempercantik, kini malah bersemak. Tanaman bunga tidak kelihatan lagi karena diselimuti semak dan tanaman liar lainnya. Kondisi ini menuai sorotan, karena lokasinya juga termasuk areal pintu masuk ke kawasan Objek Wisata Ceking Tegalalang.
Dari penuturan I Wayan Pasek, salah seorang warga, taman itu seharusnya menambah keindahan, nyatanya kini dinilai merusak pemandangan. Mencolok di taman yang berlokasi di Desa Tegallalang yakni di Jalan Raya Tegallalang, seberang perkantoran Camat, Puskesmas serta Koramil.
Kondisinya cukup memprihatinkan, tidak dirawat sehingga beberapa bagian dinding taman juga tertutup rumput liar.
"Kalau mau dirawat, taman ini sebenarnya sangat indah. Tapi sekarang kondisinya begini, terkesan dibiarkan begitu saja. Jadi merusak pemandangan. Padahal lokasinya di dekat Objek wisata," tandas Pasek yang juga seorang praktisi pariwisata ini.
Disebutkan, taman ini sujatinya terbilang baru karena dibangun sekitar setahun. Setelah dibangun sempat ada pemotongan hanya sekali.
Selanjutnya tidak terlihat lagi ada kegiatan perawatan. Entah pihak mana yang bertugas untuk merawatnya, yang jelas tidak ada inisiatif dari lembaga terkait baik pihak desa maupun lembaga-lembaga pemerintahan yang ada di kawasan itu.
"Kalau anggaran dijadikan alasan, saya kira tidak masuk akal. Cukup kreativitas pegawainya, kalau dirawat rutin saat hari jumat misalnya kan cukup. Di banding jauh-jauh datang ke Pantai melaksanakan bersih-bersih sampah dan pegawai wajib hadir karena diabsensi," keluhnya.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra ditemui usai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Gianyar, mengakui kondisi itu. Disebutka jika laporan terkait adanya sejumlah taman, khususnya di kecamatan dan pedesaan sudah diterimanya dan sudah sudah dievaluasi dengan meminta penjelasan dari Dinas lingkungan hidup.
Dalam hal ini, ternyata konsep dalam pemeliharaannya adalah masing-masing desa. Keradaan taman -taman ini merupakan wujud hibah pariwistabyang dibanguan di sejumlah desa wisata. Sedangkan dalam perawatannya akan dianggarkan dari APBdes.
Bupati bahkan mengaku sudah sering meminta prebekel untuk memperhatikan itu. Baik dalam chat pribadi maupun melalui grup WA, agar memperhatikan taman-taman yang dianggarkan dari dana hibah periwisata tersebut.
"Kami sudah turunkan surat edarannya. Kan tidak mungkian kita bebankan APBD yang sangat terbatas, kita bebankan lagi untuk perawatan taman-taman di kecamatan dan di desa-desa,” tutup dia.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1572 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1185 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1033 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 909 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah