Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Warga Soroti Taman Kecamatan Tegallalang Tidak Terawat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Taman Kecamatan Tegallalang yang baru ditata setahun lalu kini berubah jadi hutan semak. Ironisnya kawasan ini juga menjadi pintu masuk objek wisata ceking yang mendunia.
Kawasan ini terlihat sangat kumuh, karena kondisi taman yang sebelumnya mempercantik, kini malah bersemak. Tanaman bunga tidak kelihatan lagi karena diselimuti semak dan tanaman liar lainnya. Kondisi ini menuai sorotan, karena lokasinya juga termasuk areal pintu masuk ke kawasan Objek Wisata Ceking Tegalalang.
Dari penuturan I Wayan Pasek, salah seorang warga, taman itu seharusnya menambah keindahan, nyatanya kini dinilai merusak pemandangan. Mencolok di taman yang berlokasi di Desa Tegallalang yakni di Jalan Raya Tegallalang, seberang perkantoran Camat, Puskesmas serta Koramil.
Kondisinya cukup memprihatinkan, tidak dirawat sehingga beberapa bagian dinding taman juga tertutup rumput liar.
"Kalau mau dirawat, taman ini sebenarnya sangat indah. Tapi sekarang kondisinya begini, terkesan dibiarkan begitu saja. Jadi merusak pemandangan. Padahal lokasinya di dekat Objek wisata," tandas Pasek yang juga seorang praktisi pariwisata ini.
Disebutkan, taman ini sujatinya terbilang baru karena dibangun sekitar setahun. Setelah dibangun sempat ada pemotongan hanya sekali.
Selanjutnya tidak terlihat lagi ada kegiatan perawatan. Entah pihak mana yang bertugas untuk merawatnya, yang jelas tidak ada inisiatif dari lembaga terkait baik pihak desa maupun lembaga-lembaga pemerintahan yang ada di kawasan itu.
"Kalau anggaran dijadikan alasan, saya kira tidak masuk akal. Cukup kreativitas pegawainya, kalau dirawat rutin saat hari jumat misalnya kan cukup. Di banding jauh-jauh datang ke Pantai melaksanakan bersih-bersih sampah dan pegawai wajib hadir karena diabsensi," keluhnya.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra ditemui usai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Gianyar, mengakui kondisi itu. Disebutka jika laporan terkait adanya sejumlah taman, khususnya di kecamatan dan pedesaan sudah diterimanya dan sudah sudah dievaluasi dengan meminta penjelasan dari Dinas lingkungan hidup.
Dalam hal ini, ternyata konsep dalam pemeliharaannya adalah masing-masing desa. Keradaan taman -taman ini merupakan wujud hibah pariwistabyang dibanguan di sejumlah desa wisata. Sedangkan dalam perawatannya akan dianggarkan dari APBdes.
Bupati bahkan mengaku sudah sering meminta prebekel untuk memperhatikan itu. Baik dalam chat pribadi maupun melalui grup WA, agar memperhatikan taman-taman yang dianggarkan dari dana hibah periwisata tersebut.
"Kami sudah turunkan surat edarannya. Kan tidak mungkian kita bebankan APBD yang sangat terbatas, kita bebankan lagi untuk perawatan taman-taman di kecamatan dan di desa-desa,” tutup dia.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5748 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4589 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan