Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
6 Jenis Cek Kesehatan Rutin yang Harus Dilakukan Perempuan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kesehatan sangat penting untuk dijaga. Seiring bertambahnya usia, tubuh mulai berubah. Biasanya tubuh yang lemah akan berisiko terkena masalah kesehatan nantinya.
Karena itu, sangat penting untuk melakukan cek kesehatan secara rutin untuk memastikan kondisi Anda. Apa saja jenis cek kesehatan yang dianjurkan? Dilansir dari HealthShots, simak enam cek kesehatan rutin yang harus dilakukan perempuan sebelum menyesal.
1. Tes Pap Smear
Tes Pap Smear dikenal sebagai tes pap atau Tes Papanicolaou, di mana prosedur skrining ini untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker serviks. Selain itu, tes ini akan menguji keberadaan sel kanker, atau prakanker di pembukaan rahim dan leher rahim.
Pemeriksaan ini disarankan bagi perempuan berusia di atas 21 tahun. Dan tes ini minimal dilakukan selama tiga tahun sekali. Di samping itu, jika ada wanita yang menderita HIV atau memiliki sistem kekebalan yang lemah, lakukan Tes Pap lebih sering.
2. Pemeriksaan Panggul
Pemeriksaan panggul adalah pemeriksaan fisik pada vagina, leher rahim, kandung kemih, rahim, saluran tuba, ovarium, dan rektum. Selama pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa area di luar vagina dan mulai memeriksa organ lainnya.
Kapan pemeriksaan ini dilakukan? Dokter menyarankan untuk melakukan tes ini setiap tahun. Tetapi, jika perempuan memiliki penyakit dari riwayat keluarga, sebaiknya lakukan tes ini lebih sering.
3. Mammogram
Mammogram adalah rontgen untuk memeriksa payudara. Tes ini dikakukan untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker payudara, sekaligus membantu mendeteksi dini kanker payudara secara teratur. Selama tes mammogram, dokter menyarankan beberapa rontgen payudara untuk memeriksanya dengan cermat.
Pemeriksaan ini harus dilakukan perempuan berusia 45-55 tahun, dan harus dilakukan selama setiap tahun. Namun, bila memiliki riwayat dari keluarga, sebaiknya lakukan seperti yang disarankan oleh dokter.
4. Tes Fungsi Tiroid
Tes fungsi tiroid biasanya dilakukan untuk memeriksa kelenjar tiroid dalam tubuh, apakah bekerja baik atau tidak. Fungsi kelenjar ini penting untuk mengatur banyak proses di tubuh seperti pembangkitan energi, metabolisme, dan suasana hati.
Untuk pemeriksaan, dokter akan menyarankan Anda untuk diuji setelah menyelesaikan setiap dosis. Jika hasilnya normal, coba lakukan pemeriksaan ulang setiap tahunnya.
5. Uji Panel Lipid
Profil lipid digunakan untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular. Ini termasuk kombinasi tes darah dengan bantuan yang mengukur tingkat empat jenis lipid dalam darah.
Untuk perempuan yang sehat, harus mendapatkan profil lipid yang dilakukan setiap 2-3 tahun. Tapi, jika mereka punya riwayat penyakit keluarga seperti jantung, disarankan lakukan pemeriksaan lebih sering.
6. Tes Tekanan Darah
Tes tekanan darah dilakukan untuk memeriksa jumlah tekanan pada pembuluh darah. Tes dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut sphygmomanometer. Tekanan darah tinggi atau rendah, dapat memiliki efek tertentu pada tubuh seseorang.
Jika tekanan darah tinggi, hal ini dapat menyebabkan risiko seperti stroke. Sedangkan tekanan darah rendah dapat menyebabkan pingsan, pusing, bahkan koma.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2191 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2060 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1528 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1413 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli