Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Waspada Aplikasi Edit Foto Jadi Kartun Ini, Bisa Curi Password Facebook
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Peneliti keamanan siber dari perusahaan Pradeo, menemukan sebuah malware yang menyusup ke aplikasi pengedit wajah, jadi bentuk kartun di perangkat Android. Malware ini mampu mencuri kredensial Facebook pengguna.
Melansir Bleeping Computer, Jumat (25/3/2022), malware ini menyusup dalam aplikasi bernama Craftsart Cartoon Photo Tools. Aplikasi itu memungkinkan pengguna mengedit fotonya ke dalam bentuk kartun dan telah diinstal lebih dari 100.000 kali.
Tapi aplikasi itu telah disusupi malware bernama FaceStealer. Malware ini akan menampilkan cara login lewat akun Facebook sebelum menggunakan aplikasi.
Peneliti keamanan siber Michal Rajcan menyatakan, ketika pengguna memasukkan kredensial mereka, aplikasi bakal mengirim data itu ke server perintah dan kontrol di zutuu.info.
Di sana, hacker kemudian mengumpulkan password dan kredensial Facebook korbannya. Selain server, aplikasi Android ini juga terhubung ke www.dozenorms.club.
Situs ini dibuat untuk menampung pengiriman data-data yang sudah dikumpulkan. Tak hanya itu, laman ini juga dipakai untuk mempromosikan aplikasi berbahaya lain yang disusupi FaceStealer.
Pradeo menjelaskan, pembuat dan distributor aplikasi ini telah mengotomatiskan proses repackaging dan memasukkan kode kecil berbahaya ke aplikasi resmi. Hal ini membuat aplikasi itu bisa lolos dari pemeriksaan keamanan Google Play Store.
Saat pengguna membuka pertama kali, mereka tidak bisa memakai aplikasi kecuali login dengan Facebook. Saat mereka login, aplikasi akan menyediakan cara untuk mengunggah gambar tertentu ke situs online yang kemudian menerapkan filter pada foto yang diunggah.
Hasil foto berupa kartun ini bakal ditampilkan di aplikasi, yang kemudian bisa diunduh maupun dibagikan. Dikarenakan banyaknya aplikasi yang mengharuskan pengguna login ke Facebook, mereka menganggap itu adalah hal normal.
Padahal itu adalah cara untuk mencuri kredensial mereka. Untungnya aplikasi itu telah dihapus Google Play Store. Namun jika aplikasi itu masih ada di ponsel, pengguna disarankan untuk menghapusnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5781 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2555 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2202 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan