Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Bahaya Minyak Goreng Curah Terhadap Kesehatan Tubuh
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemerintah melarang peredaran minyak goreng curah di pasaran per 1 Januari 2022 lalu, kenali bahaya jenis minyak ini bagi kesehatan tubuh. Simak ulasannya di info sehat kali ini.
Di kala harga minyak goreng mahal, minyak goreng curah biasanya jadi pilihan warga khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Alasannya sederhana, minyak curah jauh lebih murah ketimbang minyak goreng dalam kemasan. Bahkan, bisa mencapai setengah harganya.
Pemerintah tentu punya alasan mengapa melarang peredaran minyak goreng curah ini, salah satunya adalah bahaya yang mengintai. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pelarangan beredarnya minyak goreng curah di pasaran lebih ke arah faktor kesehatan. Menurut Lukita, minyak goreng curah tak memenuhi standarisasi, seperti minyak goreng dalam kemasan. Dengan kata lain, tak ada jaminan kesehatan sama sekali dalam minyak goreng curah yang dijual selama ini.
Perlu diingat, sebagian minyak goreng curah ada yang berasal dari minyak bekas atau jelantah yang disaring dengan zat tertentu. Nah, inilah salah satu faktor yang membuat minyak goreng curah terbilang murah dan tidak baik bagi tubuh.
Lantas, apa sih sebenarnya bahaya yang mengintai dari pemakaian minyak goreng curah ini bagi tubuh?
Dampak minyak goreng yang digunakan berkali-kali atau minyak goreng curah bisa dilihat dalam studi US National Library of Medicine-National Institutes of Health. Studi tersebut mengatakan, minyak goreng nabati yang digunakan berkali-kali hingga ke titik didihnya, bisa menghasilkan pembentukan radikal bebas.
Nah, radikal bebas inilah yang bisa menyebabkan stres oksidatif atau keadaan jumlah radikal bebas yang berlebih dalam tubuh. Awas, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan pada tingkat sel-sel tubuh.
Di studi tersebut, para ahli melakukan riset terhadap seekor tikus yang diberikan minyak curah yang dipanaskan sebanyak tiga kali. Bagaimana hasilnya? Tubuh si tikus mengalami perubahan histopatologis (perubahan kondisi dan jaringan tubuh) dan perubahan kadar enzim antioksidan.
Padahal, antioksidan ini berperan penting pada sistem kekebalan tubuh. Lewat pengamatan histopatologis itu juga, terlihat bahwa adanya kerusakan pada usus besar dan hati tikus yang menjadi subjek penelitian. Ada pula studi menarik mengenai dampak minyak goreng curah bagi tubuh. Bisa dilihat dari dari Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan (Unimed). Seperti penjelasan di atas, minyak goreng curah yang beredar di pasaran merupakan hasil olahan dari minyak jelantah.
Minyak jelantah sendiri merupakan minyak limbah yang berasal dari berbagai minyak. Bila komposisi kimianya ditelisik lebih dalam, minyak curah atau jelantah ini mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik yang terjadi selama proses penggorengan.
Studi dari Unimed mengatakan, minyak goreng curah hasil dari olahan minyak jelantah, zat gizi seperti beta-karotennya telah rusak. Perubahan itu juga meliputi hilangnya nutrisi, seperti vitamin dan mineral. Minyak goreng curah dengan kondisi inilah yang dinilai berbahaya.
Penggunaan minyak goreng ini dalam waktu lama bisa memicu sederet masalah kesehatan. Mulai dari kolesterol, diabetes, penyakit kardiovaskular, keracunan makanan, hingga kanker payudara. Masih ada lagi studi dari University of Illinois yang bisa kita simak.
Para ahli di sana menelisik dampak minyak goreng bekas (curah) terhadap tikus. Hasilnya sangat mengkhawatirkan. Riset tersebut menunjukkan minyak goreng yang dipanaskan berulang-ulang bisa memicu perubahan sel tubuh, sehingga mendorong pertumbuhan kanker payudara. Kok bisa?
Ternyata memanaskan minyak curah berkali-kali bisa merusak struktur kimia minyak dan melepaskan zat akrolein. Zat ini bersifat karsinogenik alias memicu kanker. Singkat kata, studi-studi di atas menunjukkan dampak minyak goreng curah bagi tubuh sangat merugikan kesehatan.(sumber: solopos.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5828 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2206 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan