Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ketut Ardani Tak Risih Jual Bunga bagi Peziarah Makam Muslim
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pedagang bunga musiman yang biasa keseharian hanya berdagang serabutan, di hari jelang puasa dan hari saat lebaran dan juga hari raya haji memanfaatkan momen dengan menjual bunga.
Banyak peziarah yang tak perlu repot ke pasar. Berbagai jenis bunga dijual dengan ada yang di bungkus plastik dan daun. Peziarah mulai memadati makam keluarga. Seperti yang dilakukan masyarakat Desa Pengambengan.
Ni Ketut Ardani (48) warga Banjar Anyar Desa Tegalbadeng Barat mengatakan, merasa tak risih menjual bunga apalagi ini rutinitas yang sering dilakukan sebagai penjual bunga eceran di pinggiran jalan.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Filipina
Hasil panen bunga tetangga dibeli dengan harga Rp90 ribu dan dijual dari harga dua bungkus daun seharga Rp5 ribu, bungkus besar seharga bisa mencapai Rp10 ribu.
"Dengan memanfaatkan ini justru menghasilkan nilai uang yang bisa memenuhi tambahan kebutuhan keluarga. Karena seringnya berjualan tentu banyak pelanggannya yang sering mencari, bahkan sampai order duluan. Harga dan kualitas bunga tentu harus bagus seperti bunga pacar, daun hijau dan juga daun pisang," ujarnya.
Ketut Ardani juga menuturkan meski ia bukan seorang muslim, namun terasa sangat harmonis, tak ada rasa perbedaan perlakukan selama berjualan. Bahkan, kata dia, toleransi sesama umat beragama tampak kental dengan keakraban dan kearifan sehingga muncul rasa kekeluargaan.
Ada juga malah yang membawakan minuman mineral dan juga tak segan-segan bawa nasi dengan lauk ikan laut. Ia berjualan selama 2 hari yakni dari hari Kamis hingga Jumat bisa menghasilkan pundi-pundi uang sebesar Rp200 ribu dalam sehari.
Ia berjualan mulai jam 16.00 WITA hingga menjelang magrib Saat itu banyak umat muslim yang mulai mendatangi kuburan untuk nyekar dan mengirim doa kepada sanak keluarga yang telah meninggal dunia.
Seperti peziarah Ayu Zamrotus Sita. Ia mengatakan, tujuannya ziarah kubur ini adalah membersihkan area makam dan mengirim doa agar dilapangkan saat nanti Ramadhan.
Sehingga tak ada lagi hutang bagi keluarga yang telah meninggal dan para peziarah tenang menjalankan ibadah puasa nanti.
"Bersyukur ada mbok Tut yang berjualan bunga, sehingga tak usah repot-repot beli ke pasar dan selain murah juga praktis. Di area makam pun sudah ditempatkan tempat sampah sehingga terjaminnya area makam bagi para peziarah," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan