Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 20 Oktober 2026
Terus Naik, Jumlah Investor Kripto Indonesia Tembus 12,4 Juta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan melansir jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 12,4 juta per Februari 2022.
Melihat data itu, CEO Indodax Oscar Darmawan menilai kenaikan jumlah investor mata uang digital masih akan terus berlanjut. Apalagi, menurut dia, pemerintah sudah sangat terbuka dengan adopsi kripto.
Mengutip data Chain Analysis, Indonesia menempati posisi ke-5 di kawasan Asia Tenggara setelah Vietnam, Thailand, Filipina, dan Malaysia. Bahkan, posisi RI mencapai ke-25 dalam adopsi kripto di tahun lalu.
"Indonesia sudah menempatkan kripto sebagai komoditas yang kian mainstream. Adopsinya pun mengalahkan Singapura yang berada di urutan ke-8 di kawasan Asia Tenggara," tutur dia dikutip Antara, Sabtu (2/4).
Tak hanya keterbukaan ekosistem di dalam negeri, ia melanjutkan, sentimen positif dunia pun banyak berpengaruh terhadap tren investasi kripto. Misalnya, sejumlah negara melonggarkan kebijakan penggunaan kripto.
Seluruh regulasi terkait kripto di berbagai negara mengarah positif. Salah satunya, Rio de Janeiro yang mengizinkan warga setempat membayar pajak dengan kripto. Ibu kota Brasil itu bahkan berencana mengizinkan pembayaran lainnya menggunakan kripto.
Kemudian, Wakil Perdana Menteri Vietnam menginstruksikan penciptaan rancangan undang-undang terkait kripto, dan Pemerintah Inggris berencana merilis aturan baru yang fokus pada stablecoin.
Selanjutnya, Oscar menambahkan, pemberitaan mengenai Rusia yang berupaya melegalkan kripto usai hancurnya mata uang rubel akibat sanksi negara Barat imbas serangan militer Rusia terhadap Ukraina.
Colorado dan Florida, negara bagian Amerika, juga berupaya menerima pembayaran pajak dengan kripto dan modernisasi aturan aset digital oleh Presiden AS Joe Biden memberikan angin segar pada bursa kripto beberapa hari terakhir ini.
"Institusi investor Terraform Labs dilaporkan baru saja membeli bitcoin dengan jumlah fantastis. Apa yang dilakukan Terraform Labs ini cukup menaikkan harga kripto dan memberi katalis positif untuk para investor," terang dia.
Tren tersebut, lanjut Oscar, membuktikan bahwa negara-negara di dunia semakin berlomba-lomba mengadopsi kripto. "Saya kira, tahun ini akan ada banyak negara yang menyusul El Salvador untuk mengadopsi bitcoin dan kripto lainnya sebagai alat pembayaran dan cadangan devisa negara," katanya.
Kripto memasuki reli pasar selama beberapa hari terakhir, setelah bertengger di zona merah. Mengutip coinmarketcap.com, mayoritas harga kripto sepekan terakhir melesat. Antara lain, ethereum tumbuh 10,14 persen, bitcoin meningkat 3,08 persen, solana mendaki 31,33 persen. (Sumber: CNN Indonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4499 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2123 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2067 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1651 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1559 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan