Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
Terus Naik, Jumlah Investor Kripto Indonesia Tembus 12,4 Juta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan melansir jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 12,4 juta per Februari 2022.
Melihat data itu, CEO Indodax Oscar Darmawan menilai kenaikan jumlah investor mata uang digital masih akan terus berlanjut. Apalagi, menurut dia, pemerintah sudah sangat terbuka dengan adopsi kripto.
Mengutip data Chain Analysis, Indonesia menempati posisi ke-5 di kawasan Asia Tenggara setelah Vietnam, Thailand, Filipina, dan Malaysia. Bahkan, posisi RI mencapai ke-25 dalam adopsi kripto di tahun lalu.
"Indonesia sudah menempatkan kripto sebagai komoditas yang kian mainstream. Adopsinya pun mengalahkan Singapura yang berada di urutan ke-8 di kawasan Asia Tenggara," tutur dia dikutip Antara, Sabtu (2/4).
Tak hanya keterbukaan ekosistem di dalam negeri, ia melanjutkan, sentimen positif dunia pun banyak berpengaruh terhadap tren investasi kripto. Misalnya, sejumlah negara melonggarkan kebijakan penggunaan kripto.
Seluruh regulasi terkait kripto di berbagai negara mengarah positif. Salah satunya, Rio de Janeiro yang mengizinkan warga setempat membayar pajak dengan kripto. Ibu kota Brasil itu bahkan berencana mengizinkan pembayaran lainnya menggunakan kripto.
Kemudian, Wakil Perdana Menteri Vietnam menginstruksikan penciptaan rancangan undang-undang terkait kripto, dan Pemerintah Inggris berencana merilis aturan baru yang fokus pada stablecoin.
Selanjutnya, Oscar menambahkan, pemberitaan mengenai Rusia yang berupaya melegalkan kripto usai hancurnya mata uang rubel akibat sanksi negara Barat imbas serangan militer Rusia terhadap Ukraina.
Colorado dan Florida, negara bagian Amerika, juga berupaya menerima pembayaran pajak dengan kripto dan modernisasi aturan aset digital oleh Presiden AS Joe Biden memberikan angin segar pada bursa kripto beberapa hari terakhir ini.
"Institusi investor Terraform Labs dilaporkan baru saja membeli bitcoin dengan jumlah fantastis. Apa yang dilakukan Terraform Labs ini cukup menaikkan harga kripto dan memberi katalis positif untuk para investor," terang dia.
Tren tersebut, lanjut Oscar, membuktikan bahwa negara-negara di dunia semakin berlomba-lomba mengadopsi kripto. "Saya kira, tahun ini akan ada banyak negara yang menyusul El Salvador untuk mengadopsi bitcoin dan kripto lainnya sebagai alat pembayaran dan cadangan devisa negara," katanya.
Kripto memasuki reli pasar selama beberapa hari terakhir, setelah bertengger di zona merah. Mengutip coinmarketcap.com, mayoritas harga kripto sepekan terakhir melesat. Antara lain, ethereum tumbuh 10,14 persen, bitcoin meningkat 3,08 persen, solana mendaki 31,33 persen. (Sumber: CNN Indonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3770 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1438 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1422 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1378 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1289 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun