Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Relokasi 700 Kapal Ikan ke Pengambengan Dimulai 2027, Benoa Fokus Jadi Marina Internasional
beritabali/ist/Relokasi 700 Kapal Ikan ke Pengambengan Dimulai 2027, Benoa Fokus Jadi Marina Internasional.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan relokasi aktivitas perikanan dari Pelabuhan Benoa, Denpasar, menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kabupaten Jembrana, mulai dilakukan pada 2027. Sedikitnya 700 kapal perikanan akan dipindahkan sebagai bagian dari penataan Pelabuhan Benoa untuk mendukung pembangunan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).
Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kartono, yang mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan saat kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Pelabuhan Benoa, Selasa (21/7/2026), mengatakan pembangunan fasilitas di Pengambengan segera memasuki tahap konstruksi.
"Sesuai dengan rencana, di akhir bulan ini kontraknya, kemudian groundbreaking di minggu ketiga bulan Agustus. Timeline untuk memindahkan kapal adalah di 2027 seiring fasilitas yang sudah siap, sehingga akhir 2028 seluruhnya sudah ke sana," ujar Kartono.
Relokasi armada perikanan menjadi salah satu tahapan penting dalam transformasi Pelabuhan Benoa menjadi kawasan wisata bahari terpadu. Area yang selama ini digunakan sebagai pusat aktivitas perikanan akan ditata menjadi marina internasional yang mampu melayani kapal pesiar (yacht), super yacht, hingga kapal pesiar besar (cruise).
Kartono menjelaskan proses pemindahan kapal akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh fasilitas di PPN Pengambengan siap beroperasi. Dengan skema tersebut, aktivitas perikanan di Bali diharapkan tetap berjalan tanpa mengganggu operasional nelayan selama masa transisi.
Ia menyebut lebih dari 700 kapal perikanan yang selama ini berpangkalan di Pelabuhan Benoa telah dipersiapkan untuk direlokasi ke Pengambengan.
"Kegiatan sosialisasi sudah, mereka juga sudah siap. Ada sekitar 700-an lebih kapal ikan yang akan dipindah," katanya.
Menurut Kartono, relokasi hanya mengubah pelabuhan pangkalan kapal, sementara wilayah penangkapan ikan para nelayan tetap tidak berubah.
"Mereka hanya bergeser pelabuhan pangkalan saja, wilayah penangkapannya tetap luas," ujarnya.
Sebelumnya, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan relokasi kapal perikanan merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Pelabuhan Benoa.
Melalui penataan tersebut, kawasan Benoa akan dikembangkan menjadi marina berkapasitas 188 yacht, termasuk super yacht dan mega yacht, serta terminal yang mampu melayani hingga lima kapal pesiar besar secara bersamaan. Pemerintah menargetkan seluruh kawasan BMTH dapat beroperasi secara penuh pada akhir 2028.
Dengan relokasi aktivitas perikanan ke PPN Pengambengan, Pelabuhan Benoa diharapkan bertransformasi menjadi pusat wisata bahari bertaraf internasional, sementara kegiatan perikanan tetap berlangsung optimal di pelabuhan yang dirancang khusus untuk mendukung operasional armada penangkapan ikan di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jun
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5758 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan