Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bank BPD Bali Naik Kelas ke KBMI 2, Laba Tembus Rp755,75 Miliar

Senin, 20 Juli 2026, 21:54 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bank BPD Bali Naik Kelas ke KBMI 2, Laba Tembus Rp755,75 Miliar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) mencatatkan pencapaian penting pada Triwulan II 2026. Selain mempertahankan tren kinerja keuangan yang positif, bank milik Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota se-Bali ini resmi naik kelas ke dalam Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 setelah modal inti menembus Rp6 triliun.

Modal inti Bank BPD Bali per Juni 2026 tercatat mencapai Rp6,064 triliun, memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Capaian tersebut sejalan dengan kebijakan penguatan struktur permodalan dalam Roadmap Penguatan Bank Pembangunan Daerah 2024–2027.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH., MH., mengatakan kenaikan status menjadi KBMI 2 didukung penguatan permodalan yang konsisten melalui setoran modal pemerintah daerah sebagai pemegang saham hingga mencapai Rp3,63 triliun pada Juni 2026.

Menurutnya, status baru tersebut bukan hanya memperkuat struktur permodalan, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi ekspansi bisnis dan peningkatan kapasitas layanan kepada masyarakat.

Pada sisi kinerja keuangan, hingga semester pertama 2026 Bank BPD Bali membukukan aset sebesar Rp42,74 triliun, tumbuh 5,75 persen secara tahunan dibandingkan posisi Juni 2025 yang sebesar Rp40,41 triliun.

Penghimpunan dana pihak ketiga juga meningkat menjadi Rp35,05 triliun, naik 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Struktur pendanaan masih didominasi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang mencapai 65,31 persen dari total dana pihak ketiga.

Pertumbuhan dana tersebut didorong transformasi digital melalui penguatan layanan e-banking dan integrasi sistem pembayaran dengan berbagai sektor pelayanan masyarakat, mulai dari rumah sakit, destinasi wisata, hingga institusi pendidikan.

Bank BPD Bali juga terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi, keamanan siber, serta perlindungan data nasabah. Pengembangan layanan digital dilakukan melalui inovasi seperti BPD Bali Mobile, QRIS Tuntas, QRIS Mobile NFC, KKI Online Payment, hingga QRIS Cross Border yang telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan.

Saat ini, pengembangan fitur QRIS Tap NFC Single Tap dan Double Tap masih terus dilakukan untuk memperluas akseptansi pembayaran digital bersama mitra perbankan.

Dari sisi penyaluran kredit, hingga akhir Triwulan II 2026, Bank BPD Bali menyalurkan pembiayaan sebesar Rp25,85 triliun, meningkat 7,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 0,94 persen dan NPL Nett hanya 0,03 persen, mencerminkan penerapan manajemen risiko yang prudent.

Fokus pembiayaan masih diarahkan kepada sektor produktif dan UMKM. Hingga Juni 2026, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp1,17 triliun, atau 64,55 persen dari target tahun ini sebesar Rp1,8 triliun. Secara kumulatif, penyaluran KUR Bank BPD Bali telah mencapai Rp11,45 triliun.

Sebanyak 73,31 persen penyaluran KUR diberikan kepada debitur baru dengan prioritas pada sektor pertanian, kelautan, dan industri kerajinan yang mendukung penguatan ekonomi lokal berbasis Ekonomi Kerthi Bali.

Selain KUR, Bank BPD Bali juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp135,27 miliar dari pagu tahun 2026 sebesar Rp234 miliar. Sementara produk KUSUMA (Kredit Usaha untuk Sejahtera, Unggul dan Maju) telah terealisasi sebesar Rp1,72 triliun dengan outstanding mencapai Rp1,40 triliun.

Untuk memperluas akses pembiayaan di pedesaan, Bank BPD Bali menjalin kemitraan dengan Lembaga Perkreditan Desa (LPD), koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat penyaluran kredit, tetapi juga mendukung pemasaran hasil produksi masyarakat melalui skema offtaker.

Efektivitas fungsi intermediasi serta strategi efisiensi mendorong laba bersih Bank BPD Bali mencapai Rp755,75 miliar, meningkat 17,67 persen dibandingkan Juni 2025 yang sebesar Rp642,28 miliar.

Rasio keuangan juga tetap berada pada level yang sehat, dengan CAR 30,99 persen, ROA 4,22 persen, ROE 26,39 persen, NIM 5,89 persen, NPL Gross 0,94 persen, dan BOPO 58,86 persen.

Dalam aspek tata kelola perusahaan, Bank BPD Bali juga menerima Sertifikat Rekognisi Penerapan Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018 dengan predikat "Baik/Matang" (Good/Mature Level). Sertifikat tersebut diserahkan oleh Chairman PT Leadership Nasional Asia (LNA) di Kantor Pusat Bank BPD Bali pada 19 Juni 2026.

Sertifikasi tersebut menjadi pengakuan atas penerapan manajemen risiko yang sistematis, mulai dari mitigasi risiko kredit, operasional, hingga keamanan siber, sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah terhadap layanan Bank BPD Bali.

Di bidang literasi keuangan, hingga Triwulan II 2026 Bank BPD Bali telah menyelenggarakan 324 kegiatan edukasi yang menjangkau 22.069 peserta melalui program Goes to Banjar, Goes to School, Goes to Campus, serta edukasi khusus bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), Aparatur Sipil Negara (ASN), dan pensiunan.

Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai produk dan layanan Bank BPD Bali melalui situs resmi, kanal media sosial resmi, maupun layanan BPD Bali Call 1500-844. Bank BPD Bali merupakan lembaga keuangan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI), sekaligus menjadi peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: BPD Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami