Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
Perumda Swatantra Buleleng Optimistis Setor PAD Rp1,5 Miliar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Perumda Swatantra Buleleng tetap optimistis mampu menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,5 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng. Optimisme tersebut tetap dijaga meski perusahaan menghadapi kenaikan biaya operasional akibat meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM), pajak, hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Direktur Utama Perumda Swatantra Buleleng, I Gede Boby Suryanto, mengatakan pihaknya terus memperkuat kinerja perusahaan melalui tiga sektor usaha utama, yakni perkebunan, jasa penyewaan kendaraan, dan perdagangan pangan.
"Kenaikan biaya ini tentu menjadi tantangan bagi kami. Namun kami tetap berupaya menjaga kinerja usaha sekaligus memenuhi target kontribusi PAD kepada daerah," ujarnya dalam rapat bersama Komisi III DPRD Buleleng yang membahas Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Selasa (21/7).
Menurut Boby, sektor perkebunan masih menjadi salah satu penopang utama usaha perusahaan. Perumda Swatantra mengelola lahan seluas 82,43 hektare yang ditanami kopi dan cengkih, serta tanaman pendukung seperti durian, alpukat, pisang, dan talas.
Meski hasil produksi dipengaruhi kondisi cuaca, perusahaan terus melakukan intensifikasi agar produktivitas lahan dapat meningkat dan memberikan hasil yang lebih optimal.
Di sektor jasa penyewaan kendaraan, Perumda Swatantra juga mencatat perkembangan positif. Jumlah armada meningkat dari 68 unit pada 2020 menjadi 104 unit. Kendaraan tersebut disewakan kepada berbagai instansi pemerintah, perguruan tinggi, hingga rumah sakit.
"Peningkatan armada berdampak langsung pada pendapatan perusahaan. Saat ini kami sudah berada di posisi tiga besar perusahaan penyewaan kendaraan di Bali," kata Boby.
Selain itu, sektor perdagangan pangan juga terus diperluas. Perumda Swatantra kini tidak hanya menjual beras dan bawang, tetapi juga menyediakan minyak goreng, gula, garam, hingga jagung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski mencatat pertumbuhan usaha, perusahaan tetap menghadapi tekanan biaya operasional. Boby menyebut kenaikan harga BBM, suku cadang kendaraan, bahan kemasan, hingga pajak perusahaan menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Beban pajak yang sebelumnya sekitar Rp1,2 miliar kini meningkat menjadi sekitar Rp1,827 miliar atau bertambah hampir Rp700 juta.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Buleleng, Ketut Susila Umbara, menilai kinerja Perumda Swatantra menunjukkan tren positif dibandingkan sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) lainnya. Berdasarkan laporan yang diterima, perusahaan tersebut berhasil membukukan laba sekitar Rp2,2 miliar pada 2025.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kontribusi PAD bagi Kabupaten Buleleng. Ia juga mendorong Perumda Swatantra mengembangkan model bisnis baru yang mengintegrasikan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan agar pendapatan perusahaan terus meningkat.
"Potensinya sangat besar. Kami berharap setelah kajian kelayakan selesai, rencana pengembangan usaha ini mendapat dukungan sehingga bisa memberikan kontribusi PAD yang lebih besar bagi daerah," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3768 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1437 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1418 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1377 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1287 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun