Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
Pengusaha Sepakat Naikkan Harga Babi Hidup ke Luar Daerah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Harga babi hidup untuk kebutuhan pengiriman ke luar Bali naik. Hal itu berdasarkan kesepakatan Gabungan Pengusaha Babi (GUPBI) Bali bersama pengirim. Harga kirim dipatok Rp45.000 untuk babi hidup.
Ketua GUPBI Bali, Ketut Hari Suyasa, Senin (4/4), menyatakan pada pengirim babi yang biasa mengirim babi ke luar Bali sudah satu suara.
“Kami mengajak pengirim babi bersepakat. Kesepakatan Rp45 ribu,” ujarnya.
Kesepakatan tersebut berdasarkan harga dasar babi di peternakan di Bali. “Dengan harga dasar sekitar Rp40 ribu babi hidup di peternakan, kami menyepakati harga kirim hidup Rp45 ribu. Semuanya sudah sepakat,” jelasnya.
Dengan harga Rp45.000, maka ada kenaikan dari harga jual sebelumnya. Harga lama di kisaran Rp37.000 hingga Rp39.000. Dengan adanya kenaikan harga tersebut, Hari menilai sudah menguntungkan penjual babi di luar Bali. Seperti di Jakarta, harga babi rata-rata Rp 120-140 ribu per kilo gram per potong.
“Dengan harga dari kami, penjual sudah untung banyak,” jelasnya.
Hari Suyasa menegaskan jika harga itu khusus pengiriman keluar daerah. Baik ke Surabaya, Jakarta hingga Medan.
“Kalau harga babi di lokalan (untuk pasar Bali, red) beragam, ada yang 35, 36, 37 (Rp 37.000, red),” terangnya.
Pihaknya berharap, harga tersebut menguntungkan para peternak di Bali. Pematokan harga juga untuk menjaga persaingan usaha yang sehat di tingkat peternak hingga penjual.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3770 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1438 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1421 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1378 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1289 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun