Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Desa Sidan Gelar Kissidan Festival, Ada UMKM dan Artis Lokal
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pemerintah Desa Sidan di Kecamatan Gianyar, menggelar Kissidan Festival I di Kissidan Eco Hill yang berada di Stage Sidan, pada Sabtu (9/4). Dalam festival dipamerkan 10 UMKM dan pagelaran musik.
Perbekel Sidan, Made Sukra Suyasa, menyatakan sehari sebelum festival, yakni pada Jumat, 8 April, dilakukan pembukaan Kissidan Eco Hill.
“Kami dari pemerintah desa dari Bumdes dan Kelompok sadar wisata Desa Sidan menggagas suatu kegiatan bersama Karang Taruna, membuat Festival Kissidan pertama,” ujarnya, Kamis (7/4).
Festival itu, merupakan ajang untuk mengenalkan Kissidan Eco Hill kepada publik. “Yang ditonjolkan dalam festival adalah UMKM masyarakat Sidan. Yakni potensi desa, baik kuliner dan potensi lain dipamerkan,” jelasnya.
Kuliner yang ditonjolkan berupa nasi campur, jajan Bali, minuman ciri khas Sidan. Juga dipamerkan kerajinan Sidan. “Sekaligus memperkenalkan daerah kami.
Dengan dibukanya festival, mudah-mudahan pariwisata di Bali yang mulai menggeliat bisa berkunjung ke Kissidan Eco Hill yang dikelola Bumdes,” pintanya.
Dalam festival, akan digemparkan kehadiran artis lokal tersohor asal Sidan, Anak Agung Raka Sidan. Juga mengundang D'Ubud Band dan DJ Onanara. Acara juga diramaikan sejumlah artis lokal.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4130 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun