Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 31 Agustus 2026
Jangan Terlewat! Saksikan Pink Moon Minggu Ini
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bulan Purnama April sering disebut sebagai Pink Moon atau Bulan Merah Muda. Fase Bulan Purnama akan jatuh pada 17 April 2022. Meskipun disebut Pink Moon, namun Bulan Purnama yang akan muncul tidak benar-benar berwarna merah muda.
Praktik penamaan ini dipopulerkan dalam beberapa dekade terakhir oleh Farmers' Almanac di Amerika Serikat. Nama-nama Bulan Purnama yang digunakan oleh almanak itu mengklaim memiliki asal-usul kuno dari suku-suku asli Amerika Serikat.
Julukan tersebut diberikan karena jenis bunga liar yang disebut phlox biasanya akan mekar sekitar waktu ini di Amerika Utara.
Sesuai namanya, bunga tersebut memiliki warna merah muda hingga ungu. Ini juga merupakan Bulan Purnama pertama setelah titik balik musim semi utara, yang dikenal sebagai Bulan Purnama Paskah.
Menurut Farmers' Almanac, Bulan Purnama April juga terkadang disebut sebagai Breaking Ice Moon, Moon When the Streams Are Again Navigable.
Bisa juga, Budding Moon of Plants and Shrubs, Moon of the Red Grass Appearing, Moon When the Ducks Come Back, Moon When the Geese Lay Eggs, Frog Moon, dan Sucker Moon oleh suku-suku asli Amerika.
Meski begitu, semua nama tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan penampakan Bulan purnama. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4752 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2560 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2195 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1815 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1240 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun