Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 15 Juli 2026
Perang Rusia-Ukraina Makin Memanas, Pentagon Warning
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang Rusia dan Ukraina diyakini akan makin memanas ke depan. Rusia sendiri telah memasuki "fase kedua" serangan sejak awal pekan ini.
Meski Kremlin menyebut akan fokus ke Ukraina bagian Timur, Donbass, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyebut serangan Rusia itu adalah awal dari operasi yang lebih besar. Donbass sendiri adalah pusat milisi pemberontak pemerintah Kyiv.
"Kami pikir serangan ini adalah awal dari operasi ofensif yang lebih besar yang direncanakan Rusia untuk dilakukan," kata pejabat Kemhan AS yang berbicara dengan syarat anonim untuk berbagi rincian baru dari penilaian Pentagon tentang perang.
Pejabat itu menambahkan bahwa AS telah mengamati beberapa serangan darat. Termasuk beberapa tembakan jarak jauh dan pemboman artileri.
Ia juga mengatakan bahwa belum semua pasukan Rusia telah dikerahkan kembali ke pertempuran di Ukraina. Masih ada yang akan diapason ke beberapa unit.
AS sendiri kemarin berkomitmen kembali memberi paket bantuan ke Ukraina hingga US$ 800 juta. Paket itu juga termasuk altileri.
Minggu ini, AS juga telah mengirim meriam howitzer ke pasukan Ukraina, senjata berat yang membutuhkan pelatihan untuk digunakan. Senin, Juru Bicara Pentagon John Kirby mengatakan anggota layanan AS akan melatih sejumlah kecil orang Ukraina tentang cara menggunakannya.
Sementara itu, Ukraina pun mengakui skala pertempuran yang makin meningkat terutama Donbass. Bahkan, kota Kreminna disebut telah jatuh ke tangan Rusia dan pertempuran hebat masih terjadi di Donetsk dan Izyum.
Meski Rusia mengaku fokus ke serangan di Ukraina timur, seorang pejabat kepresidenan mengatakan tak ada wilayah yang aman lagi di negara itu. Ini terjadi pasca wilayah Lviv yang aman di barat Ukraina, juga tak luput dari serangan Rusia.
Tiga serangan rudal mengenai gudang non militer sementara serangan rural lain menghantam bengkel tambal ban warga. Akibat serangan ini, sebanyak tujuh orang tewas.
Sejak diserang Rusia 24 Februari, UNHCR mencatat 4,9 juta warga Ukraina telah meninggalkan negara itu. Mengutip data Dewan HAM PBB, per 15 April, setidaknya ada 1.982 warga sipil tewas dalam perang Rusia dan Ukraina dengan 2.651 orang terluka.(sumber: cnbcindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3687 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1361 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1240 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1134 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun