Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Perang Rusia-Ukraina Makin Memanas, Pentagon Warning
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang Rusia dan Ukraina diyakini akan makin memanas ke depan. Rusia sendiri telah memasuki "fase kedua" serangan sejak awal pekan ini.
Meski Kremlin menyebut akan fokus ke Ukraina bagian Timur, Donbass, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyebut serangan Rusia itu adalah awal dari operasi yang lebih besar. Donbass sendiri adalah pusat milisi pemberontak pemerintah Kyiv.
"Kami pikir serangan ini adalah awal dari operasi ofensif yang lebih besar yang direncanakan Rusia untuk dilakukan," kata pejabat Kemhan AS yang berbicara dengan syarat anonim untuk berbagi rincian baru dari penilaian Pentagon tentang perang.
Pejabat itu menambahkan bahwa AS telah mengamati beberapa serangan darat. Termasuk beberapa tembakan jarak jauh dan pemboman artileri.
Ia juga mengatakan bahwa belum semua pasukan Rusia telah dikerahkan kembali ke pertempuran di Ukraina. Masih ada yang akan diapason ke beberapa unit.
AS sendiri kemarin berkomitmen kembali memberi paket bantuan ke Ukraina hingga US$ 800 juta. Paket itu juga termasuk altileri.
Minggu ini, AS juga telah mengirim meriam howitzer ke pasukan Ukraina, senjata berat yang membutuhkan pelatihan untuk digunakan. Senin, Juru Bicara Pentagon John Kirby mengatakan anggota layanan AS akan melatih sejumlah kecil orang Ukraina tentang cara menggunakannya.
Sementara itu, Ukraina pun mengakui skala pertempuran yang makin meningkat terutama Donbass. Bahkan, kota Kreminna disebut telah jatuh ke tangan Rusia dan pertempuran hebat masih terjadi di Donetsk dan Izyum.
Meski Rusia mengaku fokus ke serangan di Ukraina timur, seorang pejabat kepresidenan mengatakan tak ada wilayah yang aman lagi di negara itu. Ini terjadi pasca wilayah Lviv yang aman di barat Ukraina, juga tak luput dari serangan Rusia.
Tiga serangan rudal mengenai gudang non militer sementara serangan rural lain menghantam bengkel tambal ban warga. Akibat serangan ini, sebanyak tujuh orang tewas.
Sejak diserang Rusia 24 Februari, UNHCR mencatat 4,9 juta warga Ukraina telah meninggalkan negara itu. Mengutip data Dewan HAM PBB, per 15 April, setidaknya ada 1.982 warga sipil tewas dalam perang Rusia dan Ukraina dengan 2.651 orang terluka.(sumber: cnbcindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4320 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1874 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1368 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan