Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Antisipasi Arus Mudik, Pupuk Indonesia Percepat Distribusi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan distribusi pupuk lebih awal ke berbagai daerah untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, kebijakan satu arah dan ganjil genap pada saat arus mudik Lebaran.
SVP Distribusi Pupuk Indonesia Syamsu Alamsah di Jakarta, Rabu, mengatakan Pupuk Indonesia akan melakukan pengiriman pupuk untuk stok saat Lebaran dan setelahnya dengan menggunakan jalur non-tol serta pendistribusian lebih awal.
"Berpengaruh sih iya, tapi harus ada antisipasi. Antisipasinya itu ya dikirim dari sekarang," kata Syamsu ditulis Rabu (20/4/2022).
Syamsu juga mengatakan truk untuk distribusi pupuk masih diperbolehkan beroperasi pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran, sehingga memastikan ketersediaan di musim tanam.
Selain itu Pupuk Indonesia juga akan mengirimkan pupuk melalui kereta api untuk wilayah yang dapat terjangkau moda transportasi tersebut, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Syamsu menyebutkan tren permintaan pupuk saat ini sedang tinggi memasuki masa tanam musim kedua. Bahkan dia mengatakan tren permintaan pupuk juga sudah terjadi sejak awal tahun pada musim tanam pertama. Dia menjelaskan penyerapan pupuk pada musim tanam pertama mencapai 101 persen untuk urea dan 127 persen untuk pupuk NPK.
Sementara untuk stok pupuk jelang Lebaran atau musim tanam kedua, Pupuk Indonesia juga memastikan ketersediaannya aman. Stok pupuk urea saat ini mencapai 209 persen dari ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah dan untuk NPK 267 persen. Stok pupuk tersebut cukup untuk kebutuhan sektor pertanian hingga satu bulan ke depan di seluruh Indonesia.
Syamsu juga mengatakan saat ini moda transportasi untuk proses pendistribusian pupuk juga aman, baik truk maupun kapal laut. Dia menjelaskan saat ini kapal untuk pendistribusian pupuk antar pulau sudah kembali tersedia setelah sebelumnya sempat langka.
"Moda transportasi memang kita sempat terganggu bahwa kapal-kapal besar hilang, kita juga mengalami itu. Sekarang sudah ada kapal-kapal besar, kapal kecil, kapal kontainer semua kita pakai kirimkan pupuk dari lini 1 pabrik-pabrik ke pelabuhan pelabuhan," kata Syamsu. (Antara)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4319 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1874 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1368 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan