Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 29 Agustus 2026
Konflik AS-Iran Tak Goyahkan Bisnis Kargo di Bali
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ketegangan geopolitik akibat konflik regional antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas usaha kargo di Bali. Kondisi tersebut salah satunya dirasakan I Putu Hendra Arimbawa, pemilik Adhi Darma Cargo di Jalan Raya Kengetan, Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Menurut Arimbawa, aktivitas pengiriman barang yang selama ini dilakukan secara rutin oleh para klien masih berjalan. Ia memilih tetap optimistis terhadap kondisi bisnis logistik di tengah ketidakpastian geopolitik yang berlangsung.
"Optimis.Ya, Optimis logistik harus bisa tetap berjalan dan bagaimana kita menjaga situasi dan juga kondusivitas untuk UMKM dapat melakukan ekspor itu tetap harus dijaga," jelasnya, belum lama ini di tempat usaha miliknya.
Arimbawa menilai konflik yang terjadi antara AS dan Iran tidak akan berlangsung dalam waktu panjang. Ia berharap kondisi tersebut segera berakhir sehingga perdamaian global dapat tetap terjaga.
"Saya melihatnya ini adalah konflik sementara. Jadinya saya juga berharap tidak berlarut-larut.Tapi, dengan kita sebagai warga negara global ya, tentunya semua pasti ingin baik itu negara kecil ataupun besar untuk menjaga kedamaian global. Saya rasa cepat atau lambat ini bakalan bisa disimak secara menyeluruh, khususnya oleh negara-negara besar yang berkonflik, saya rasa sekarang memang masih 2 sampah 3 tahun lagi mungkin masih apa namanya case ini masih berlanjut, tapi setelah itu saya rasa tidak akan membesar gitu," paparnya.
Ia menjelaskan, pengiriman barang dari klien yang telah menjadi pelanggan rutin sejauh ini tidak mengalami kendala berarti. Namun, situasi konflik global dapat memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang belum memahami secara mendalam mekanisme pengiriman barang antarnegara.
"Kalau dari trader, artinya pengiriman terhadap barang-barang yang sudah rutin dari klien yang rutin itu tidak ada masalah. Yang bermasalah adanya biasanya ketakutan yang terjadi di publik secara umum, artinya orang-orang awam yang mungkin belum terlalu paham tentang shipping, tapi mereka melihat situasi global seperti ini mereka sudah sedikit ragu di awal gitu untuk melakukan pengiriman ataupun melakukan ekspedisi antarnegara seperti sekarang ini. Itu yang mungkin terjadi di berbagai macam sektor juga, bukan hanya logistik saja, tapi kecenderungannya bahwa transportasi juga dan juga penerbangan, ada kecenderungan untuk orang berwisata agak kurang kan, sedikit mempengaruhi juga," paparnya.
Menurutnya, dampak konflik lebih terlihat pada munculnya kekhawatiran publik dibandingkan gangguan terhadap pengiriman rutin. Sementara itu, pengiriman barang ke negara yang sedang terlibat konflik memang memiliki keterbatasan karena adanya risiko tertentu dalam jalur pelayaran.
Meski demikian, pengiriman menuju negara-negara lain masih dapat dilakukan dengan menyesuaikan rute dan layanan yang tersedia. Arimbawa mengatakan perusahaan kargo tetap memiliki sejumlah alternatif untuk melayani pengiriman internasional.
"Semua negara itu kita masih ada service, kecuali negara yang berkonflik gitu ya. Karena ada risiko yang mungkin tidak mau ditanggung oleh liner, jadi itu tetap harus dilakukan ataupun rute lain untuk bisa masuk ke dalam negara-negara yang terlibat konflik gitu. Tapi pada umumnya semua negara itu kita selalu ada cara untuk pengiriman lah kurang lebih seperti itu," pungkas Arimbawa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4740 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2543 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2182 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1801 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun