Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pelaku Wisata Tubing Sebut Kunjungan Wisatawan Belum Normal
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sejak pelonggaran syarat penerbangan ke Bali, beberapa industri pariwisata mulai menggeliat meski jumlah kunjungan wisatawan belum normal.
Seperti halnya dirasakan salah satu pelaku usaha wisata Tubing di daerah Badung, Banjar Blungbang, Penarungan, Mengwi, Badung.
Pengelola Lapangan Lazy River Karim mengakui kunjungan dinilai belum begitu signifikan hanya satu dua orang wisatawan yang sebagian besar masih didominasi wisatawan lokal.
Baca juga:
PKB Dongkrak Wisata dan Ekonomi Bali
"Sejak bandara dibuka memang dampak kunjungan wisatawan belum begitu normal, seperti sebelum pandemi," jelasnya belum lama ini.
Dari pengamatannya saat ini kunjungan masih didominasi wisatawan di beberapa daerah luar Bali.
"Lokal saat ini kunjungannya seperti dari Denpasar, Tabanan dan Petang didominasi keluarga," ujarnya.
Ia menyebut sebelumnya tiap hari libur Sabtu dan Minggu kunjungan biasanya mencapai 100 orang per hari dengan kendaraan 2 atau 1 unit bus sekali datang. Sedangkan saat ini kurang lebih 50 orang per bulan.
Dirinya berharap kepada Pemerintah terkait agar tetap mampu mengembalikan kondisi pariwisata normal kembali.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2929 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun