Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Ngaku Diculik dan Diperkosa, Ternyata Jalan Dengan Cowok Lain
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kasus "penculikan" dan "percobaan perkosaan" DAT, 18 tahun yang berasal dari Kediri, Tabanan disimpulkan polisi adalah rekayasa.
Polisi menemukan fakta baru bahwa mertua korban diduga kuat terlibat dalam kasus rekayasa tersebut.
“Karena takut ketahuan pulang dini hari oleh suaminya, korban minta bantuan pada mertuanya. Disuruh mengikat diri agar tampak seperti korban penculikan,” kata Kapolres Tabanan AKBP Renefli Dian Candra, Rabu (4/5).
Korban diketahui pergi bersama dengan teman prianya hingga dini hari. Selain itu, nama sebelumnya yang dikatakan korban sebagai salah seorang pelaku penculikan yakni, Gede Amo, 28 tahun asal Banjar Bantas, Desa Sudoaji, Kecamatan Dawan, Buleleng ternyata tidak tahu menahu dengan kasus itu.
“Korban pergi dengan seorang pria yang baru dikenal di Facebook,” ujarnya.
Meski telah memberikan keterangan palsu, AKBP Ranefli menyebutkan, pihkanya tidak akan melakukan penahanan pada korban. Hal ini didasarkan pada usia korban yang masih dibawah umur.
“Pada saat pemeriksaan korban juga selalu didampingi psikolog dan orang dari LBH,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang sempat meninjau kasus ini di Mapolres Tabanan menyebutkan berharap agar kasus ini bisa terungkap ke publik secara terang-benderang.
“Karena yang viral di medsos, kan baru ceritanya saja,” ujarnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan