Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Kronologi Bentrok Muslim-Hindu, Berujung Penangkapan 97 Warga
BERITABALI.COM, DUNIA.
Warga Muslim dan Hindu di Jodhpur, India, terlibat bentrokan yang dipicu oleh pemasangan bendera keagamaan sejak awal pekan ini. Polisi pun menangkap setidaknya 97 orang dalam kasus ini.
Bentrokan itu bermula saat kedua komunitas agama ini merayakan hari besar mereka pada Senin (2/5). Umat Islam menyambut Idulfitri, sementara umat Hindu merayakan Parshuram Jayanti atau peringatan kelahiran Dewa Parshuram.
Mereka sama-sama ingin mengibarkan bendera yang mewakili agamanya di patung pejuang kemerdekaan Balmukund Bissa, utamanya di Gerbang Jalori Jodhpur.
Bendera berbasis agama pun berkibar, beberapa pengeras suara diturunkan, tali bendera diikat di dada tokoh pejuang kemerdekaan itu. Akibatnya, kemarahan meningkat dari pihak lawan, saling umpat terjadi, hingga bentrok pun pecah.
Merespons kerusuhan itu, polisi membubarkan massa dengan menggunakan pentungan dan gas air mata.
Massa kemudian menyerang sebuah pos polisi dan melukai empat petugas. Menurut media lokal, tercatat setidaknya 10 orang terluka dan satu orang dilarikan ke rumah sakit.
Pada malam hari, situasi disebut sudah kondusif. Namun keesokan harinya saat hari Raya Idulfitri yang jatuh pada Selasa (3/5), bentrok kembali. Bentrokan disebut terjadi antara polisi dan komunitas Muslim.
"Orang-orang yang datang untuk salat mulai membuat slogan dan dengan paksa mencoba mendekati patung, melepas bendera. Bentrokan yang terjadi pagi tadi dengan polisi bukan dengan masyarakat lain," kata para pejabat dikutip Indian Express.
Imbas bentrokan itu, beberapa penduduk mengalami luka-luka, termasuk mereka yang tak tahu-menahu soal konflik itu sebelumnya.
"Saat hari Raya, saya pulang dari kantor tempat saya magang, ketika itu sekelompok yang terdiri dari 10-15 orang menyerang saya dan teman-teman saya," jelas salah satu penduduk yang mengalami luka di punggung, Shoaib Arshad.
Arshad lalu berujar, "Teman saya Sakhawat Ansari mengenakan piyama kurta dan mereka mengidentifikasi agama kami. Mereka memukuli kami dengan tongkat dan membakar sepeda kami."
Bentrok yang semakin besar membuat polisi mengerahkan pasukan dalam jumlah besar di area Gerbang Jalori.
Massa saling kejar, sementara polisi berusaha melerai mereka. Polisi disebut menggunakan pentungan untuk membubarkan massa. Polisi lalu mengatakan 97 orang telah ditangkap sejauh ini terkait dengan bentrokan itu.
Selain itu, pemerintah setempat menerapkan jam malam di 10 area kantor polisi Jodhpur di Rajasthan dan internet diputus.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4182 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1957 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1782 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1491 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1102 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan