Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Kelurahan Peguyangan Laksanakan Pemantauan Lingkungan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Guna menjaga keamanan lingkungan dalam rangka hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Kelurahan Peguyangan melaksanakan pemantauan lingkungan serta rumah-rumah yang ditinggal mudik oleh penghuninya di wilayah Banjar Prajasari, Kelurahan Peguyangan, pada Kamis (5/5) malam.
Lurah Peguyangan, I Gede Sudi Arcana saat dikonfirmasi mengatakan kegiatan ini merupakan penerapan dari program Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat).
Lebih lanjut dikatakannya, dalam pelaksanaan ini pihaknya memantau keberadaan lingkungan wilayah Banjar Prajasari khususnya rumah-rumah kosong yang ditinggal mudik oleh penghuninya.
"Dalam pemantauan tersebut pihaknya melaksanakan pemantauan bersama Bhabinkamtibmas, Linmas, Pecalang, serta Kelihan Banjar setempat," ujarnya.
“Kami berharap dengan dilaksanakannya pemantauan ini dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dan kedepannya dapat memberikan rasa aman serta nyaman kepada penduduk sekitar,” ujar Gede Arcana.
Selebihnya dikatakan Gede Arcana, dalam pemantauan ini tidak ada ditemukan hal-hal yang mencurigakan dan pemantauan ini akan dilaksanakan pada siang dan malam hari sehingga dapat menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4398 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1745 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1493 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 979 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 912 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun