Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Mangkrak, RPH Temesi Diharapkan Jadi Rumah Potong Babi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sejak 2014, Rumah Potong Hewan (RPH) yang berlokasi di Banjar/Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, mangkrak.
Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali, Ketut Hari Suyasa, mengusulkan supaya RPH Temesi kembali dimanfaatkan. Namun untuk rumah potong babi.
“Kami harapkan RPH Temesi ini bisa dimanfaatkan untuk pemotongan babi, walaupun itu diperuntukkan untuk sapi,” ujarnya.
Apabila RPH Temesi dapat dimanfaatkan sebagai tempat potong babi, maka Bali dapat mengirim daging babi yang sudah dipotong ke luar Bali.
“Kita bisa mengirim karkas, babi yang sudah dipotong kepalanya, tanpa jeroan,” jelasnya.
Selain itu, bisa juga memenuhi permintaan daging dibelah 2 atau 4. “Itu salah satu produk yang bisa kita kirim, tapi semua tergantung permintaan,” imbuhnya.
Dengan begitu, dapat meningkatkan bargaining peternak Babi di Bali dengan produk babi yang ada keluar wilayah Bali. Sebab, pihaknya memprediksi bisnis babi akan terus berkembang, dan akan beralih ke produk beku.
“Tidak ada risiko mati (babi hidup) di jalan atau menemui masalah di jalan. Tinggal kita menyediakan daging bersih, dikemas lalu dikirim,” ujarnya.
Melihat lokasi dan bangunan, bisa dimanfaatkan untuk potong babi. “Sedangkan untuk pemotongan babi kita butuh kandang isolasi sebelum dipotong, dan kebetulan di RPH Temesi itu sangat memungkinkan,” tutupnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3652 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1320 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1220 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1062 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun