Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 10 Juli 2026
Nintendo Wii Berlapis Emas 24 Karat untuk Ratu Elizabeth Dilelang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah konsol Nintendo Wii berlapis emas 24 karat yang awalnya ditujukan untuk Ratu Inggris Elizabeth II kini dilelang. Konsol ini dibuat oleh THQ yang dibuat khusus ke Ratu Inggris pada 2009 lalu.
Saat itu, THQ yang merupakan pengembang game awalnya mengumumkan kalau Nintendo Wii itu ditujukan sebagai bagian dari promo untuk koleksi mini-game bernama Big Family Games.
Namun konsol langka itu tidak pernah berhasil sampai ke Istana Buckingham karena kebijakan hadiah kerajaan yang sangat ketat, sebagaimana dilaporkan Engadget, Senin (9/5/2022).
Lalu pada 2017 konsol itu kembali ke THQ. Kemudian Nintendo Wii itu dijual ke seseorang bernama Don.
Don pertama kali menjual Nintendo Wii emas itu ke situs eBay pada Oktober 2021 dengan harga 300.000 dolar AS atau Rp 4,3 miliar. Namun situs menutup penjualannya karena harga barang dinilai terlalu mahal dari perangkat biasanya.
Lelang baru kemudian dilakukan di Goldin. Nintendo Wii berlapis emas ini sudah ditawarkan seharga 3.000 dolar AS atau Rp 43,6 juta yang diprediksi akan terus naik sebelum penawaran ditutup pada 21 Mei.
Kendati demikian, Nintendo Wii berlapis emas ini kemungkinan hanya akan dijadikan barang koleksi. Sebab Nintendo sudah mematikan layanan online multiplayer dan Wii Shop beberapa tahun lalu. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3646 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1300 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1218 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1056 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun