Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Desa Wisata Ekasari Wakili Jembrana Masuk 300 Besar ADWI
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Desa wisata Ekasari Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana mewakili Jembrana masuk ke-300 besar ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) di tahun 2022.
Sebelumnya pada tahun 2021 Desa Ekasari juga masuk nominasi dalam ajang tersebut. Untuk tahun ini dengan kelengkapan secara administrasi baik itu SK bupati. Dengan melontarkan segala pontensi desa yang ada hingga sekarang ini.
Ketua Pokdarwis Desa Ekasari I Komang Anom Suastika Sri Bayu SST. Par. mengatakan, untuk persiapan sudah final yang sejak awal administrasi sudah disahkan oleh bupati terutama SK yaitu berupa desa wisata di tahun 2022.
Penginputan data di aplikasi jadesta secara online yg berupa foto2 dan video potensi wisata yg ada di Dewi Ekasari selalu dikoordinasikan dgn pihak Jadesta sebagai penyelenggara ADWI dari Kemenparekraf.
Dan uhtuk ADWI thn 2022 untuk SK Desa Wisata dari Bupati harus diverifikasi terlebih dahulu oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jembrana.
"Juga termasuk Pokdarwis yang ada termasuk palarejo yang potensinya sebagai nilai pengembangan. Termasuk JADESTA (Jaringan Desa Wisata Nusantara). Ini merupakan aplikasi grup sehingga terupload berupa profil melalui sistem digitalliasi," ungkapnya Selasa (10/05/2022).
Anom juga menambahkan untuk kategori juri yang dinilai sangat potensi terutama gereja dan pura yang ada hingga kini. Selain itu juga seni dan budaya yang tetap kukuh.
Inilah yang dinilai paling bagus dalam pelestarian budaya dan adat serta agama. Sehingga akselerasi budaya ini tetap kokoh dari jaman ke jaman. Pihaknya tetap melakukan koordinasi baik dengan pihak juri.
"Latar belakang mengikuti ini, untuk penilaian desa ini sedang berkembang dan para wisatawan juga terus meningkat. Sehingga ke depan bisa banyak wisatawan domestik dan internasional. Termasuk gereja yang sudah terkenal secara nasional dan internasional, potensi ini harus tetap dilestarikan. Termasuk agrowisata coklat, Karena diketahui Jembrana kualitas coklat nomer tiga," ujarnya.
Sementara perbekel Desa Ekasari I Gede Puja mengatakan, dukungan dari desa belum maksimal namun banyak didukung para pemerhati pariwasata. Pokdarwis hanya mendukung form-form yang diisi.
"Kami dari pemerintah Desa Ekasari luas 1.600 hektar dengan jumlah penduduk 5.200 jiwa terdiri 10 Banjar dinas dari segi agama ada 3 agama Hindu, Kristen dan Islam. Dengan nilai toleransi yang sangat baik dan selalu terjaga," ungkapnya.
"Kendang mebarung dan juga tari sakral hingga kini tetap dikembangkan sebagai potensi seni, adat dan juga budaya yang ada di desa Ekasari. Ragam corak budaya yang terus dilestarikan dan kita tetap membina sehingga kelestarian ini terpupuk dengan apik. Bahkan bagi kami nilai toleransi umat beragama yang ada tak pernah menimbulkan konflik, inilah yang menjadi dominan ikut ajang lomba," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7807 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan