Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Wabah PMK, Peternak di Jembrana Khawatir, Penjualan Lesu
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Mewabahnya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) di beberapa daerah di Jawa, membuat peternak mulai khawatir dan penjualan sapi lesu di Jembrana.
Diketahui, penyakit mulut dan kuku (PMK) saat ini statusnya sedang darurat di Jawa Timur, sehingga karantina hewan Bali menghentikan pengiriman dan penerimaan kambing dan sapi baik dari Bali atau sebaliknya.
Dengan keadaan tersebut, baik peternak dan pengepul sapi dan kambing mulai merasakan dampak ekonominya. Selain itu, mereka juga merasakan khawatir dengan adanya wabah tersebut.
"Jelas kami sebagai pengepul kambing merasa was-was dengan adanya virus PMK ini. Selain itu dampak yang paling signifikan adalah menurunnya jumlah permintaan," ungkap pengepul sapi dan kambing di Jembrana, H. Fathul Mobin, Kamis (12/05/2022).
Hal serupa juga diungkapkan pengepul sapi di Desa Banyubiru Kecamatan Negara I Ketut Artawa. Akibat merebaknya wabah PMK ini berdampak pada menurunnya pengiriman sapi ke Jawa, maupun sebaliknya ke Bali.
"Karena ada larangan pengiriman sapi ke Jawa maupun ke Bali, otomatis dampaknya sangat terasa," Ungkapnya.
Diharapkan pemerintah terkait segera turun tangan agar wabah penyakit mulut dan kuku tidak sampai mebawah ke Kabupaten Jembrana.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6897 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5613 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3516 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan