Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 23 Agustus 2026
Minta Dibelikan HP Tak Dituruti, Pemuda Bakar Rumah Orangtua
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Viral di media-media sosial video yang merekam sebuah rumah tengah terbakar hebat, dilalap si jago merah. Ternyata, rumah itu dibakar oleh anak si empunya, gara-gara tak dibelikan handphone alias HP.
Tampak sebuah rumah terbakar. Bahkan, dalam video tersebut rumah itu tampak sudah tinggal tiang-tiangnya, meski api masih berkobar.
Menurut pengunggah, rumah berbentuk joglo tersebut berada di Desa Taman Asri, Kecamatan Pringkuku, Pacitan, Jawa Timur. Peristiwa pembakaran itu sendiri terjadi pada hari Uumat 13 Mei pekan lalu.
Si pembakar adalah anak berusia 16 tahun berinisial IF. Dia membakar rumah orangtuanya diduga karena kesal tidak diberikan HP.
"Minta dibelikan HP, tapi tidak saya turuti," kata Miswadi (48), orangtua pelaku.
Dia menjelaskan, hari Jumat itu, IF mengutarakan maksudnya agar dibelikan ponsel.
Namun, kata Miswadi, permintaan putranya itu belum bisa dituruti. Karena kesal, sang anak mengambil korek api dan langsung membakar rumah.
"Dia membakar pakai serabut kelapa. Dia kalau kemauannya tak dituruti selalu begitu, mengancam."
Dia mengatakan, sebelum membakar rumah, IF sempat membunuh kambing peliharannya dan menjual dagingnya. Sementara uangnya dihabiskan untuk berfoya-foya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4625 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2427 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2080 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1680 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1120 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun