Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 23 Agustus 2026
Geger Cewek dan Cowok di Bawah Umur Beradegan Mesum
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sepasang perempuan dan lelaki yang masih di bawah umur terekam video tengah berciuman mesra di ruang publik. Kontan saja video tersebut memantik amarah publik.
Menurut mereka, perilaku anak-anak di bawah umur itu tidak lazim dan melanggar norma sosial. Pasangan tersebut tampak sengaja merekam adegan panas tersebut.
Sebab, si perekam mengarahkan video dalam jarak yang dekat, sehingga mustahil diambil secara diam-diam. Dalam video berdurasi 26 detik tersebut, tampak seorang anak perempuan berjilbab hitam dan lelaki berbaju merah asyik berciuman.
Mereka berciuman dari mulut ke mulut sembari duduk di selasar sebuah bangunan. Tangan si perempuan tampak sembari merangkul sang lelaki saat berciuman.
Sementara dalam video tersebut, terdengar suara perempuan yang berkata mesum.
"Kenapa diblur? Biar ngetop lah," sindir akun @kamilxxx.
"Jangan menyalahkan jilbabnya ya gaes. Yang disalahin orangnya, ok," kata Sylvixxx.
"Korban HP, yang terlalu bebas anak zaman sekarang. Zaman dulu ada HP cuma Nokia, gak bisa nonton YouTube dan lain-lain," kata @wawaxxx.
"Duh, ceweknya kenapa yang semangat banget," kata @terryxxx.
"Sakit, generasi sakit," kecam 2rahmatxxx.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4628 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2432 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2083 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1684 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1124 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun