Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Pebalap Formula E Khawatir Cuaca Panas Ganggu Performa Mobil
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Cuaca di Jakarta yang cenderung panas membuat beberapa pebalap Formula E sedikit khawatir. Mereka was-was suhu lintasan yang tinggi akan memengaruhi performa mobil listrik mereka.
Salah satu pebalap Formula E yang mengkhawatirkan itu adalah Stoffel Vandoorne. Selain berdampak pada fisik, cuaca panas di Jakarta dinilai bisa mempengaruhi perfoma mobil.
"Ini tentu akan menjadi balapan yang menantang, panas sepanjang hari, tidak bisa menghindar dari panas ini," kata Stoffle dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/6/2022).
"Panas akan berpengaruh pada performa mobil baik dari baterai dan ban," sambung sosok asal Belgia yang membalap dengan bendera Mercedes-EQ.
Sama halnya seperti Stoffel Vandoorne, pebalap dari Envision Racing Nick Cassidy mengatakan hal yang sama. Dia menyebut penting bagi setiap pebalap memerhatikan performa mobil.
"Yang paling penting untuk diperhatikan adalah performa mobil buat balapan," ujar Nick.
Formula E Jakarta atau yang bernama resmi Jakarta e-Prix 2022 akan berlangsung di Jakarta International e-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Sabtu (4/6/2022).
Tahun ini Formula E menggelar 16 seri. Sebelum Jakarta, ajang balap mobil listrik ini bergulir di Berlin pada 14 dan 15 Mei lalu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1450 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1227 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 674 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 564 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 538 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung