Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Pebalap Formula E Khawatir Cuaca Panas Ganggu Performa Mobil
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Cuaca di Jakarta yang cenderung panas membuat beberapa pebalap Formula E sedikit khawatir. Mereka was-was suhu lintasan yang tinggi akan memengaruhi performa mobil listrik mereka.
Salah satu pebalap Formula E yang mengkhawatirkan itu adalah Stoffel Vandoorne. Selain berdampak pada fisik, cuaca panas di Jakarta dinilai bisa mempengaruhi perfoma mobil.
"Ini tentu akan menjadi balapan yang menantang, panas sepanjang hari, tidak bisa menghindar dari panas ini," kata Stoffle dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/6/2022).
"Panas akan berpengaruh pada performa mobil baik dari baterai dan ban," sambung sosok asal Belgia yang membalap dengan bendera Mercedes-EQ.
Sama halnya seperti Stoffel Vandoorne, pebalap dari Envision Racing Nick Cassidy mengatakan hal yang sama. Dia menyebut penting bagi setiap pebalap memerhatikan performa mobil.
"Yang paling penting untuk diperhatikan adalah performa mobil buat balapan," ujar Nick.
Formula E Jakarta atau yang bernama resmi Jakarta e-Prix 2022 akan berlangsung di Jakarta International e-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Sabtu (4/6/2022).
Tahun ini Formula E menggelar 16 seri. Sebelum Jakarta, ajang balap mobil listrik ini bergulir di Berlin pada 14 dan 15 Mei lalu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4619 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2424 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2078 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1678 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1120 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun