Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
Luluk Diana Juarai Angkat Besi Remaja IWF 2022 di Meksiko
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Atlet angkat besi putri Indonesia Luluk Diana yang tampil sebagai juara di kelas 49 kg putri dalam ajang International Weightlifting Federation (IWF) Youth World Championship 2022.
Kejuaraan ini digelar di Leon, Guonojuoto, Meksiko pada Senin (13/6/2022) waktu setempat. Melansir Antara, ajang tersebut diikuti 205 lifter yang terdiri dari 115 putri dan 90 putra dari 39 negara.
Lantas, seperti apa sosok Luluk Diana? Berikut profil Luluk Diana, juara dunia angkat besi remaja IWF 2022 di Meksiko.
Profil Luluk Diana
Masih sangat muda, Luluk Diana Tri Wijayana lahir di Pacitan, Jawa Timur pada 9 Agustus 2005. Ia berasal dari keluarga yang sederhana di sebuah desa di Pacitan, kabupaten paling Barat sisi selatan Provinsi Jawa Timur.
Luluk Diana diketahui memang sudah menekuni olahraga angkat beban sejak kecil. Tumbuh dan besar di daerah yang jauh dari keramaian, tak membuat semangatnya turun untuk menekuni olahraga angkat berat.
Luluk Diana sudah menyukai angkat besi sejak kecil, sehingga membuatnya serius dan termotivasi untuk berlatih olahraga ini.
Luluk Diana kemudian dibina oleh PABSI Jatim dan Pacitan yang muncul dari ajang Porprov VI Jatim 2019. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4603 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2408 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2064 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1666 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1107 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun