Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Politikus Tewas Ditembak Pendukung Presiden Saat Pesta Ultah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pejabat Brasil dari partai oposisi pemerintah, Partai Pekerja, tewas ditembak seorang sipir pendukung garis keras Presiden Jail Bolsonaro pada Sabtu (9/7) lalu. Marcelo Arruda, seorang Wali Kota Foz de Iguacu, Negara Bagian Parana, tewas ditembak mati oleh seorang petugas penjara, Jorge Jose da Rocha Guaranho, saat menggelar pesta ulang tahun.
Guaranho menerobos masuk pesta Arruda dan menembak sang politikus hingga tewas. Arruda, yang saat berpesta juga sambil memegang senjata api, sempat menembak balik Guaranho hingga tewas.
Menurut laporan polisi negara bagian dan seorang saksi yang berbicara dengan Reuters, Guaranho muncul di pesta itu tanpa diundang. Ia lalu menodongkan senjata sambil juga meneriakkan penghinaan kepada mereka yang hadir di pesta itu hingga pernyataan dukungan terhadap Bolsonaro.
Aluizio Palmar, seorang jurnalis yang ada di pesta itu, mengatakan kepada Reuters bahwa Guaranho tiba dan mulai berteriak mendukung Bolsonaro, menggambarkannya sebagai "legenda".
Menurut Palmar, Guaranho sempat pergi dari ruang pesta, tetapi kembali sekitar 15 atau 20 menit kemudian, menodongkan pistol ke Arruda. Arruda lalu memerintahkannya untuk berhenti.
Kedua pria itu kemudian melepaskan tembakan, saling membunuh, menurut pernyataan Partai Pekerja, laporan polisi, dan gambar kamera keamanan di media lokal.
"Kawan tersayang meninggal pagi ini, korban intoleransi, kebencian dan kekerasan politik," kata presiden nasional Partai Pekerja, Gleisi Hoffmann, dalam sebuah pernyataan.
Kematian keduanya menjadi pertanda buruk menjelang pemilihan umum Brasil yang akan berlangsung pada Oktober mendatang. Jelang pemilu, masyarakat Brasil dilaporkan kian terpolarisasi dan mati-matian mendukung kandidat favorit masing-masing.
Saat ini, mantan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva menjadi kandidat terkuat Partai Pekerja. Da Silva bahkan memimpin jajak pendapat teranyar soal pemilu mengalahkan Bolsonaro sang petahana.
Bolsonaro, yang telah lama mencerca Lula dan sekutunya telah melontarkan gagasan untuk tidak menerima kekalahan pemilu. Ia mendasari gagasanya itu dengan klaim tidak berdasar tentang kecurangan pemilu dan masalah dengan sistem pemungutan suara elektronik di Brasil.
Kantor Bolsonaro tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait pembunuhan Arruda oleh pendukungnya ini.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3808 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1750 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang