Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
RI Kucurkan Rp750 Miliar Untuk Tangani Pandemi Global
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia ikut berkontribusi dalam penanganan pandemi di dunia. Kontribusi yang diberikan dalam bentuk Dana Perantara Keuangan (FIF) itu mencapai US$50 juta atau Rp750 miliar (kurs Rp15 ribu per dolar AS).
Ia menambahkan selain Indonesia, Singapura juga memberikan kontribusi sebesar US$10 juta, Amerika Serikat US$450 juta, Uni Eropa US$450 juta, Jerman US$52,7 juta, dan Wellcome Trust US$12,3 juta.
Jika ditotal, dana patungan yang diperoleh dari negara G20 itu digunakan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons (PPR) pandemi telah mencapai US$1,2 miliar.
"Angka tersebut sudah termasuk kontribusi sebesar US$50 juta dari Indonesia," ujar Sri Mulyani pada the First G20 Joint Finance dan Healt Ministers Meeting (JFHMM) yang dikutip, Senin (11/7).
Menurutnya, dana ini akan bersifat inklusif dan bisa diakses oleh negara dengan penghasilan rendah dan menengah. Targetnya FIF bisa diluncurkan pada Musim Gugur 2022.
FIF untuk PPR pandemi berada di bawah pengawasan Bank Dunia dan panduan teknis dari WHO. Dana ini dihimpun untuk meningkatkan kapasitas negara-negara di bidang surveilans kesehatan, sistem laboratorium, tenaga kerja kesehatan, manajemen dan komunikasi kegawatdaruratan, serta keterlibatan komunitas.
FIF juga ditujukan untuk memperkuat kapasitas ketahanan kesehatan secara regional maupun global, dengan cara memperkuat fasilitas berbagai data, penyelarasan peraturan, hingga pengembangan, pembelian, distribusi, dan penyaluran alat dan bantuan kesehatan. Presiden Bank Dunia David Malpass mengapresiasi dana yang telah terkumpul untuk PPR pandemi tersebut.
"Saya bangga dengan dukungan yang luar biasa dari para pemegang saham untuk Dana Perantara Keuangan yang dikelola Bank Dunia. Bank Dunia adalah penyumbang dana terbesar untuk PPR pandemi yang aktif beroperasi di lebih dari 100 negara berkembang untuk memperkuat sistem kesehatan mereka," kata dia.
"FIF juga akan memberikan tambahan dana jangka panjang untuk mendukung negara dan kawasan berpenghasilan rendah mempersiapkan diri menghadapi pandemi selanjutnya," imbuhnya.
Disisi lain, Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pihaknya akan memainkan peran penting dalam FIF dan berkolaborasi erat dengan Bank Dunia.
"Akses terhadap pembiayaan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan pandemi sangat penting. covid-19 mengungkap lebarnya jurang kapasitas penanganan pandemi, di mana kehadiran Dana Perantara Keuangan bisa mengatasinya secara koheren, sebagai bagian dari arsitektur global kesiapsiagaan dan respons darurat kesehatan," tuturnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7795 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan