Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Teknik Baru Semai Padi Pakai Serbuk Besi, Tekan Biaya Produksi
BERITABALI.COM, NTB.
Semai tanam padi dengan menggunakan serbuk besi (iron powder), diterapkan oleh para petani di Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Bekerjasama kolaborasi dengan salah satu lembaga pertanian swasta asal Jepang, teknologi baru menanam padi dengan sistem tabela ini dinilai bisa memberi kemudahan bagi petani yang memiliki lahan sempit dengan biaya yang relatif lebih murah.
Petani yang tergabung dalam Gapoktan Longkok Ketapang, menjalin kerja sama itu melalui Induk Koperasi Unit Desa (IKUD).
Apriagung Saputra sebagai perwakilan My Farm Jepang menjelaskan pola yang dilakukan yakni dengan mencampur bibit padi dengan bubuk besi dan campuran gipsum menjadi satu.
Kemudian diaduk manual atau pun menggunakan molen dan mixer. Hasilnya dibiarkan berkarat hingga bibit menempel pada serbuk besinya.
“Prosesnya tiga hari dicampur hingga menunggu pengaratan atau coating dan roasting, baru disiram lima kali hingga bisa ditanam,” jelasnya, belum lama ini.
Adapun perbandingannya sebanyak 10 kilogram benih padi varietas unggul, ditambah 5 kilogram serbuk besi dan 750 gram gipsum. Di mana proses ini hanya membutuhkan waktu tiga hari hingga bisa ditanam.
Pola tanam baru dengan mengadopsi teknologi pertanian Jepang ini dinilai bisa memberi kemudahan dengan biaya yang relatif lebih murah.
Cocok bagi petani yang memiliki lahan sempit dengan biaya yang minim. Sehingga bisa menekan biaya produksi pertanian yang semakin meningkat.
“Teknologi pertanian dengan serbuk besi ini relatif murah dan mampu menekan biaya semai tanam yang meningkat,” terang Apri.
Teknologi pertanian yang tergolong baru ini sebelumnya sudah diteliti oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), di Karangwang.
Dari hasil itu, tidak ditemukan adanya residu yang dihasilkan oleh serbuk besi tersebut. Bahkan dinilai sangat baik bagi kontur tanah di Indonesia, dikutip inside lombok.id.
Putri Dewi, yang juga pendamping dari My Farm mengatakan teknologi jenis ini dapat membantu memangkas biaya tanam. Terutama di saat sekarang ini, diakuinya susah mencari penerus untuk bertani.
Namun, dengan sistem ini dia menyebut, cukup hanya dengan beberapa orang petani saja untuk menggarap lahan satu hektare.
“Di tengah sulitnya pekerja pertanian, teknologi ini bisa hanya dikerjakan dua orang untuk satu hektare hamparan pertanian,” bebernya.
Sementara itu, petani sekaligus pembina KUD Narmada, H Masnun menuturkan dalam kerja sama ini, Narmada dipilih sebagai percontohan teknologi baru semai tanam padi dengan serbuk besi tersebut. Sehingga ia berharap, kesempatan ini bisa dimanfaatkan betul oleh para petani.
Terlebih kata dia, hasil yang didapatkan jauh lebih tinggi, namun biaya yang dikeluarkan relatif lebih rendah.
“Tempat kami ini satu hektare, kami coba dan nanti bisa dipergunakan oleh petani kita untuk meminimalisir gagal panen,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 880 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 747 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 565 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 532 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik