Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
1.700 Meninggal Akibat Gelombang Panas di Spanyol-Portugal
BERITABALI.COM, DUNIA.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) cabang Eropa mengatakan gelombang panas yang melanda benua tersebut telah menyebabkan 1.700 kematian di Spanyol dan Portugal, Jumat (22/7).
"Panas mematikan. Selama beberapa dekade terakhir, ratusan ribu orang tewas akibat panas ekstrem kala gelombang panas lebih lama terjadi, kadang bersamaan dengan kebakaran hutan," kata direktur regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge, dalam sebuah pernyataan.
"Tahun ini, kita telah menyaksikan lebih dari 1.700 kematian akibat gelombang panas yang melanda Spanyol dan Portugal saat ini," tuturnya.
Sebagaimana diberitakan AFP, Kluge menyampaikan data tersebut diambil dari data awal yang dilaporkan pihak berwenang setempat.
Badan itu mengatakan "angka kematian telah meningkat dan bakal semakin meningkat dalam beberapa hari ke depan."
Kluge juga menuturkan angka pasti kematian akibat gelombang panas tidak bakal bisa diketahui dalam beberapa pekan ke depan, mengingat musim panas di benua itu masih belum usai.
Selain itu, Kluge menyampaikan masyarakat yang terpapar panas ekstrem seringkali mengalami perburukan masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Ia juga menyampaikan gelombang panas ini membawa risiko bagi kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, dan lanjut usia.
Untuk mengatasi gelombang panas tersebut, Kluge mengimbau dunia untuk bersama-sama mengatasi perubahan iklim. Ia mendesak pemerintah dan pemimpin berbagai negara untuk mengimplementasikan Kesepakatan Paris.
Kesepakatan tersebut bertujuan untuk mencegah suhu Bumi naik hingga dua derajat Celsius dari level pra-industrial.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 341 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 272 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 216 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun