Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Video Berbayar Mulai Banyak Peminat, Rata-rata Rp250.000/Bulan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Lembaga riset Populix baru saja menerbitkan laporan soal perkembangan platform Video on Demand (VoD) di Indonesia. Mereka menyimpulkan kalau masyarakat Indonesia makin tertarik dengan layanan streaming tersebut.
Studi Populix ini diungkap dalam riset bertajuk Indonesian Video Entertainment on Demand Consumption yang digelar pada Mei 2022. Penelitian ini melibatkan 1.000 responden masyarakat.
"Studi kami menemukan bahwa 18 persen responden yang disurvei menyatakan mereka memiliki platform VoD pada ponsel mereka, dan hampir empat dari 10 responden mengakses platform tersebut setiap harinya," ujar Co-Founder dan CTO Populix, Jonathan Benhi dalam keterangan resminya, Selasa (26/7/2022).
Survei menunjukkan platform VoD menjadi media hiburan pilihan masyarakat Indonesia. Sebanyak 89 persen responden mengatakan menggunakan platform VoD lebih dari satu kali dalam seminggu, yang mana 38 persen di antaranya mengakses platform VoD setiap harinya.
Survei juga menemukan bahwa responden cenderung memiliki lebih dari satu platform untuk memenuhi kebutuhan tontonan hiburan mereka.
Terkait dengan platform yang digunakan, 74 persen responden memilih platform VoD berbayar, baik akun pribadi maupun bersama. Adapun rata-rata biaya berlangganan yang dikeluarkan mencapai hingga Rp 250.000 per bulan.
"Bahkan, responden dari kelompok menengah ke atas bersedia mengeluarkan hingga Rp 750.000 setiap bulannya," kata Jonathan.
Adapun alasan mayoritas responden untuk berlangganan platform VoD karena layanan itu dapat ditonton setiap saat, dengan persentase 84 persen. Kemudian 77 persen responden mengaku kalau platform menawarkan banyak pilihan film.
Alasan lainnya, 74 persen responden mengaku platform itu dipakai untuk mencari hiburan. Lalu 68 persen menjawab kalau platform mudah digunakan.
Kemudian 57 persen responden beralasan langganan karena tidak ingin terganggu oleh iklan. Selain itu, 47 persen responden mengatakan biaya langganan yang ditawarkan terjangkau.
Terakhir, 13 persen responden mengaku bahwa mereka memilih VoD karena masih enggan untuk mengunjungi bioskop.
Jonathan turut memprediksi kalau platform VoD bakal tetap terus menjadi primadona masyarakat Indonesia untuk mengakses konten hiburan.
"Ke depannya, penggunaan platform VoD untuk mengakses konten hiburan diprediksi akan terus menjadi primadona, di mana 54 persen responden menjawab akan tetap menggunakannya di masa depan, dan 43 persen responden akan menggunakannya secara lebih sering," jelas Jonathan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5935 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4650 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2619 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2276 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2219 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan