Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Dokter Forensik Soal Brigadir J: Semua Hasil Akan Dibuka
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) meminta publik untuk tidak berasumsi soal penyebab kematian Brigadir J. Koordinator Bidang Etika dan Profesi Dewan Etika PDFI, dr. Yulia Budiningsih meminta publik untuk menunggu hasil autopsi ulang yang rencananya akan digelar Rabu (27/7).
"Jadi menunggu fakta saja, nanti toh akan dibuka semua hasilnya gitu," kata Yulia kepada wartawan, Selasa (26/7).
Yulia turut menyayangkan berbagai opini yang justru mendiskreditkan profesi dokter forensik seolah-olah tidak profesional dalam kasus ini.
"Tapi sekarang yang bertaburan beritanya tentang asumsi, pemeriksaannya seolah-olah tidak sesuai, tidak profesional, itu yang saya sayangkan. Jadi maksudnya, saya mengimbau kepada masyarakat bersabar," tuturnya.
Sebelumnya, Polri menyetujui untuk melakukan autopsi ulang terhadap jasad Brigadir J. Tindakan itu rencananya dilakukan pada Rabu (27/7) di Jambi, di lokasi pemakaman Brigadir J.
Hari ini, tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berangkat ke Jambi untuk mempersiapkan pelbagai proses autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J.
Selain tim khusus, tim dokter forensik yang terdiri dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, dan Pusdokkes Polri juga terbang ke Jambi hari ini.
Baca juga:
MUI Akan Bahas Fatwa Ganja Untuk Medis
Brigadir J disebutkan tewas dalam insiden saling tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). Namun, peristiwa itu baru diungkap pada Senin (11/7).
Polisi mengklaim bahwa penembakan itu berawal dari dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Sambo. Berdasarkan keterangan polisi, Brigadir J mengeluarkan total tujuh tembakan, yang kemudian dibalas lima kali oleh Bharada E. Tidak ada peluru yang mengenai Bharada E. Sementara tembakan Bharada E mengenai Brigadir J hingga tewas.
Kapolri telah membentuk tim khusus untuk mengusut insiden tersebut. Selain itu, Komnas HAM juga melakukan penyelidikan secara independen terhadap kasus itu.
Kapolri pun telah menonaktifkan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Karo Paminal Divisi Propam Brigjen Hendra Kurniawan dan Kapolres Jaksel Kombes Budhi Herdi. Alasannya, agar penyidikan kasus penembakan Brigadir J terlaksana dengan baik dan menghindari berbagai spekulasi publik.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 343 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 275 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 220 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun