Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Anak Perempuan Ini Pukuli Ibu Kandung Hingga Giginya Copot
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang anak perempuan tega melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya sendiri hingga gigi korban copot. Peristiwa anak aniaya ibu kandung tersebut dilakukan perempuan berinisial JE (53) warga Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, kepada ibu kandung E (75).
Baca juga:
Viral Video Mesum Dua Guru SD
Kapolsek Cibeureum AKP Suwaji mengatakan kejadian anak aniaya Ibu terjadi pada Selasa, 7 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.
Semua bermula saat, pelaku sedang membakar kursi di ruas Jalan Sudajaya dan tiba-tiba korban datang dan langsung menegur.
“Pelaku mungkin tidak terima ditegur oleh ibunya itu, langsung melakukan penganiayaan terhadap korban. Pelaku memukul korban ke arah pipi sampai ada giginya yang copot," ujarnya.
Saat itu juga korban melaporkan kepada Polsek Cibeureum dan pada selasa malam polisi langsung mengamankan pelaku.
"Petugas mengamankan pelaku di rumahnya," ungkapnya.
Akibat perbuatannya JE disangkakan pasal 44 ayat 1 UU RI nomor 23 tahun 2004 JO pasal 351 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun penjara.
"Saat ini pelaku sudah tiga minggu ditahan di Mapolsek Cibeureum untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Kami menghimbau agar warga tidak melakukan hal sama, orang tua itu harus dihormati dan disayangi, bukan malah melakukan hal yang tidak pantas," jelasnya.(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 345 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 293 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 223 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun