Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
81 Koperasi di Buleleng Tergolong Tidak Aktif
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kepala Dinas (Kadis) Disprindagkop Buleleng Dewa Made Sudiarta menjelaskan perkembangan koperasi di Buleleng hingga tahun 2021 tercatat 404 koperasi yang terdiri dari 323 koperasi yang masih aktif dan jika dipersentasekan menjadi 79,90%.
Kemudian ada 81 koperasi yang statusnya sudah tidak aktif, jumlah tersebut diantaranya 23 koperasi sudah diusulkan untuk tidak beroperasi karena sudah tiga kali berturut-turut tidak mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Selanjutnya ada 3 koperasi yang memang mengusulkan sendiri untuk berhenti beroperasi, dan sisanya 55 koperasi statusnya masih dalam proses pembinaan dan pengawasan yang mana jenis koperasi tersebut didominasi bergerak dibidang konsumsi, koperasi simpan pinjam, produksi dan jasa.
“Koperasi yang dalam pembinaan ini masih kita fasilitasi dan pendampingan agar kedepan bisa menjadi koperasi yang aktif lagi,” ucapnya, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat, (29/7).
Disinggung mengenai perkembangan usaha yang dilakukan koperasi selama pandemi hingga sekarang, dikatakan Kadis Sudiarta koperasi masih bertahan dan bersaing secara kompetitif dengan lembaga keuangan lainnya.
Bahkan nilai aset dan Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi meningkat walaupun volume usaha perusahaan menurun, ini dikarenakan karena koperasi tersebut menerapkan efisiensi jadi biaya-biaya yang dirasa kurang diperlukan tidak akan dikeluarkan seperti penghematan belanja operasional rutin karyawan.
Bukan hanya itu, melihat tren modal sendiri dari koperasi juga ikut meningkat sekitar 9,39% artinya dengan hal itu membuktikan bahwa koperasi ini dapat berkomitmen bagaimana modal sendiri dari anggota bisa didorong menjadi aktivitas usaha yang mereka lakukan.
“Peningkatan SHU yang dari sebelumnya 15,39 miliar menjadi 17,52 milyar jika dipersentasekan sekitar 12% dari tahun buku 2020, serta peningkatan total aset 608,65 miliar menjadi 669,57 miliar, jadi peningkatan sekitar 9% ini menggambarkan koperasi bisa bertahan di setiap keadaan seperti halnya di masa pandemi kemarin,” tandasnya.
Ditambahkan Kadis Sudiarta yang menyampaikan harapan kedepannya bagaimana pengelola koperasi beserta jajarannya benar-benar memahami potensi yang layak untuk dikembangkan mengingat koperasi ini bukan hanya kumpulan orang semata namun kumpulan orang yang melakukan usaha.
Selain itu, Kadis Sudiarta menyampaikan agar koperasi dalam pelaksanaan usahanya tetap berdasar prinsip 5P yang dimulai dari Partnership (kemitraan), Produk, Packaging (pengemasan), Perizinan, dan Pemasaran.
“Jadi kedepannya masyarakat, pelaku UMKM, serta koperasi bisa menerima manfaat sebesar-besarnya dari aktivitas ekonomi dan usaha yang dikembangkan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1418 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1076 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 919 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 813 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik